BeritaMantap.com - Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..Berapa Gaji Minimal Untuk Menikah ? Ikhwan dan Akhwat Wajib Masuk
BeritaMantap.com - Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..Kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah
BeritaMantap.com - Ngomongin masalah pernikahan dan persiapan emang penuh pertimbangan.., ketika seseorang baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Saya pernah dapat buku sebagai souvenir pernikahan seorang teman, isinya lumayan menambah masukan bagi diri saya dalam hal pernikahan..
Berikut ini sedikti saya share dengan rekan-rekan agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan rekan-rekan semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya dan rekan-rekan.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26). Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2] Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4] Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5] Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6] Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7] Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]
6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.
7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214) Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim. Diantara janji tersebut ada rahasia lebih Indah…… Usia Lebih Panjang karena Menikah ! Cepat para lajang yang masih tetap sendiri, cobalah menikah! Karena berdasarkan survei terhadap usia dan status seseorang, ternyata yang menikahlah yang usianya lebih panjang. Pernikahan tampaknya baik untuk kesehatan pria sehingga pria menikah jarang yang meninggal lebih cepat daripada pria yang tidak menikah. Profesor Andrew Oswald dan Dr Jonathan Gardner dari Universitas Warwick mengamati data pada lebih dari 12.000 orang dewasa dari Survei Rumah Tangga Inggris dan Survei Pensiunan Inggris. Penelitian yang tidak mengaitkan faktor, seperti merokok dan minum, pria menikah menjadi 6,1% berkurang kemungkinannya untuk meninggal lebih dari tujuh tahun dibandingkan pria lajang. Keuntungan wanita menikah dari kematian sedikit lebih kecil risikonya hanya 2,9%. Para peneliti telah menemukan bahwa pria dan wanita menikah lebih sehat dibandingkan para lajang, dan penelitian Warwick menyatakan bahwa pasangan mungkin mengurangi stres pria dan mendorongnya menjalankan gaya hidup yang sehat. Tetapi nampaknya itu bukan satu-satunya faktor, kata mereka. Secara tepat bagaimana pernikahan bisa begitu menakjubkan masih tetap misterius. Bisa jadi hubungan personal yang demikian kuat meningkatkan kesehatan mental dan membantu seseorang untuk menangkis kesehatan fisik. Mungkin penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Menurut Oswald penemuan ini menghapus pendapat yang mengatakan bahwa orang kaya lebih lama hidup. “Lupakanlah uang”.
Sudah jelas dari data bahwa pernikahan, bukan uang, yang membuat orang hidup,” katanya dalam pernyataan. Tetapi menurut Anda bagaimana? Diantara keindahan ada yang harus dingat…….. 19 yang harus diingat
1.Ketika akan menikah Janganlah mencari isteri, tetapi carilah Ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tetapi carilah Ayah bagi anak-anak kita.
2. Ketika melamar Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orangtua/wali si gadis.
3.Ketika akad nikah Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.
4.Ketika resepsi pernikahan Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.
5.Sejak malam pertama Bersyukur dan bersabarlah Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6.Selama menempuh hidup berkeluarga Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri.
7.Ketika biduk rumah tangga oleng Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.
8.Ketika belum memiliki anak Cintailah isteri atau suami anda 100%.
9. Ketika telah memiliki anak Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10. Ketika ekonomi keluarga belum membaik Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11.Ketika ekonomi membaik Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
12.Ketika anda adalah suami Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.
13.Ketika anda adalah isteri Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.Ketika mendidik anak Jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.
15.Ketika anak bermasalah Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.
16.Ketika ada pil Jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.
17.Ketika ada wil Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
18.Ketika memilih potret keluarga Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.
19.Ketika ingin langgeng harmonis gunakanlah formula 6 k : Ketaqwaan kasih sayang kesetiaan komunikasi dialogis keterbukaan kejujuran Setelah menikah, hidup tidaklah sama seperti dulu…. Menerapkan Kebiasaan sehat dalam keluarga Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini mengisyaratkan kita sebagai orangtua untuk menularkan kebiasaan yang baik kepada anak-anak, salah satunya gaya hidup sehat. Apa saja yang bisa dilakukan ?
Demikian sedikit yang bisa saya share dengan rekan-rekan, mudah-mudah Allah memberikan berkah dan hidayahnya untuk kita semua.. amin..
Jodoh Impian-Kau Lebih dari Indah (Audisi Naskah " PERINDU SAMARA")
BeritaMantap.com - Siapa yang dapat memperkirakan, seseorang yang terlihat apa adanya, bahkan bisa dikatakan pas-pasan, terlebih latar belakang keluarganya pun merupakan keluarga yang apa adanya. Namun, karena memiliki sebuah komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh pada akhirnya berani untuk membuat sebuah keputusan yang luar biasa? Di tengah ketertatihannya, dalam sebuah proses belajar, dia azamkan sebuah niat yang tidak banyak orang mempersiapkannya.Inilah dia, Muhammad Hafizaki. Seorang anak perantauan dari Kota Baru, yang menginginkan dapat meneruskan pendidikan di atas rata-rata anak desa pada umumnya. Maka, setelah menempuh proses yang panjang akhirnya dia pun dapat meneruskan pendidikannya di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Banjarmasin. Hingga, berselang empat tahun lamanya, melalui pembelajaran demi pembelajaran, beberapa mata kuliah dapat dia lewati dengan prestasi-prestasi yang cukup cemerlang, bahkan dia pun aktif di sebuah unit kerohanian kampus, namun tidak mengganggu prestasi akademiknya. Maka, akhirnya dia pun dapat menyelesaikan kuliahnya, dan diterima bekerja di sebuah perusahaan ternama di Banjarmasin.
Itulah gambaran singkatnya sebelum membuka lembaran demi lembaran perjalanannya dalam mendapatkan sesosok pendamping hidup yang begitu dimimpikannya dapat menjadi bidadari yang begitu sempurna dalam hidupnya –kendatipun tiada yang sempurna di dunia ini-.
***
Seperti yang telah tertulis dalam proposal hidupnya, bahwa dia telah menuliskan untuk menyempurnakan separuh agamanya di usia 23 tahun. Sesuatu yang mungkin tidak masuk akal bagi sebagian orang yang menjalani hidupnya mengalir mengikuti air. Namun, tidak bagi dia. Maka, dengan segenap keberanian dan keyakinan bahwa Allah pasti akan mempermudah segala sesuatu yang berharap hanya pada Ridho-Nya, dia mantapkan hatinya ditemani ibadah istikharah yang dia lakukan setiap malamnya.
Akhirnya dia nyatakan pinangannya kepada seorang wanita bernama Sri Ratna Dewi, teman satu organisasi di kampus yang juga aktif di unit kerohanian putri, yang tiga bulan lamanya telah menantikannya. Tentu saja prosesnya tidaklah mulus seperti yang diharapkan. Terlebih di tengah segala tuntutan bahwa tolak ukur segala sesuatunya adalah uang. Namun, tidak sedikit pun menyurutkan niat dan komitmennya untuk dapat melewati itu bersama, dengan segala risiko yang akan dihadapi bersama.
Tahapan demi tahapan dalam proses itu pun dilalui. Persiapan visi dan misi pun dibuat. Karena rancang bangun yang akan dibuat mereka kali ini adalah sebuah bahtera rumah tangga yang tidak main-main. Masa depan keduanya, ditentukan dari kesungguh-sungguhan keduanya dalam memegang visi dan misi tersebut.
***
Sedikit mundur ke belakang. Bertepatan saat pertama kali dia bertemu dengan wanita yang secara tidak sengaja telah mencuri hatinya. Namun, karena keimanan dan keterjagaan dia maupun si wanita tersebut, akhirnya perasaan tersebut pun mampu untuk disimpan di dasar hati yang paling dalam. Hingga suatu ketika, saat dirinya benar-benar memiliki kemantapan secara batin -kendatipun belum secara lahir, karena masa itu dia baru akan mengakhiri kuliahnya-, diberanikan dirinya untuk menanyakan perihal perasaannya tersebut kepada sang wanita.
Bukan tidak percaya dengan jodoh. Tetapi, karena dia telah begitu yakin dengan si wanita, dan ketika ditanyakan melalui dinding hijab yang menjadi saksi, ternyata si wanita pun memiliki perasaan yang sama. Maka, dia pun meminta kesanggupan pada wanita tersebut untuk menunggu dirinya, maksimal dalam waktu tiga bulan. Kemudian, dia akan kembali untuk menjemputnya dalam sebuah ikatan yang tentunya akan menjadikan mereka halal di hadapan-Nya.
Dengan penuh pertimbangan dan melalui ibadah istikharah yang dilakukan sang wanita tersebut, akhirnya wanita tersebut pun menerima permintaannya untuk menunggu.
Betapapun begitu luar biasanya perjuangan keduanya dalam meyakinkan orang tua mereka masing-masing. Hingga, hampir-hampir apa yang mereka rencanakan bubar di tengah jalan penantian. Karena konsep rezeki yang masih sulit untuk diterima oleh orang tua si wanita tersebut.
Ujian yang mereka hadapi pun tidak selesai hingga di situ saja. Karena ujian demi ujian yang lain menyusul dan mengiringi perjuangan keduanya dalam mempertahankan apa yang telah menjadi komitmen bersama. Sejatinya bukanlah sebuah perjuangan apabila sesuatu itu berjalan tanpa adanya tantangan dan ujian.
Dan Allah pun menepati janji-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur ayat 26, bahwasanya “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.
***
Berkat pertolongan-Nya, akhirnya niat-niat suci keduanya ini pun terlaksana. Masa penantian tiga bulan yang dipenuhi Mahabbah kepada-Nya pun tiada terasa terlalui begitu cepat. Dia pun akhirnya benar-benar menepati janjinya, dengan kesiapan lahir dan batin yang dia bawa kepada sang wanita.
Betapapun lama, tetapi hati mereka tetap senantiasa terjaga agar tidak mendzolimi atas apa yang telah menjadi Syariat-Nya. Hingga satu detik sebelum ijab qabul pun, tiada satu pun di antara keduanya yang mengakui secara lisan ataupun terbetik di hati mereka bahwa “dia adalah milikku”. Karena masing-masing mereka belumlah halal untuk masing-masing yang lainnya. Dan tiada yang dapat memastikan, dalam satu detik itupun peristiwa apakah yang akan terjadi, di luar kehendak keduanya. Subhanallah, begitu terjaga sekali niat-niat suci keduanya.
Hingga prosesi pun berjalan lancar sebagaimana mestinya. Dengan konsep pernikahan yang islami, di mana terdapat pemisahan antara tamu laki-laki dengan tamu perempuan, seperti yang direncakan keduanya, dan tentunya seperti yang Syariat perintahkan.
***
Maka, di sini ada sebuah kaidah kausalitas sebab-akibat, di mana saat kita berusaha menjadi sosok yang terbaik sesuai dengan yang diperintahkan-Nya, maka Insya Allah, Allah pun sedang mempersiapkan yang terbaik pula untuk kita. Begitupun sebaliknya.
***
Nama saya, Indriani. Nama FB saya Fathimah Al-Fakhirah AzZahra. Saya saat ini sedang konsentrasi untuk menyelesaikan amanah studi saya yang terakhir, yaitu Skripsi. Berbarengan dengan melejitkan secara individu atas potensi menulis yang secara tidak saya sadari ternyata adalah sebuah hobby yang sangat saya sukai. Maka, tanpa mengurangi niat dan usaha untuk belajar dan terus belajar, saya coba tuliskan apa yang saya bisa berikan untuk sebuah kontribusi. Dan seperti yang pernah saya dengar, bahwasanya, orang-orang yang bisa dalam menulis atau apapun itu dikarenakan adanya sebuah keterbiasaan. Maka dari itu saya pun berkomitmen pada diri saya, untuk membiasakan menulis mulai dari saya sadar, bahwa menulis itu ternyata menyenangkan.
| SUMBER: |
