Hi, Friends ! welcome to www.BeritaMantap.com. | About Us | Contact | Register | Sign In
Berita Islam Dakwah Kebesaran Allah Motivasi Cinta Pernikahan Remaja Keluarga
Berita Islam Berita Nasional Berita Dunia Berita Banua
Bisnis Syariah Bisnis Online Wirausaha Agribisnis Dollar Halal
Makanan Minuman Kue
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh

Statistik Visitor

Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan

Mantap Pramuka di Inggris Sediakan Seragam Muslim

BeritaMantap.com - Pramuka di Inggris sudah merancang seragam khusus untuk wanita Muslim yang menjadi anggotanya. Adanya seragam tersebut adalah untuk merekrut dan menarik minat wanita Muslim generasi muda agar bergabung menjadi anggota pramuka.

Seragam pramuka perempuan Muslim (Foto: Daily Mail)


Wanita sudah diizinkan masuk menjadi anggota Pramuka sejak tahun 1976. Hingga kini terdapat sekitar 400 ribu anggota pramuka yang ada di Inggris. Anggota wanitanya berjumlah seperenam dari total tersebut.

Saat ini ada sekitar 2.000 anggota wanita Muslim pramuka dan terdapat 40 kelompok pramuka diantaranya diketahui memiliki anggota mayoritas Muslim. Untuk itu diperlukan seragam khusus untuk anggota perempuannya.

Sebelumnya, seragam pramuka untuk anggota wanita hanya kaos dengan lengan pendek dan tidak ada penutup kepala.

Kini seragam yang disediakan adalah seperti baju kurung dengan panjang selutut. Lengan bajunya pun panjang dan disertai dengan jilbab sebagai penutup kepala.

"Pramuka sudah menawarkan sesuatu untuk semua orang, tidak peduli agama, etnis atau keyakinan. Saya sangat bangga bahwa kami menawarkan lingkungan bagi orang-orang dari semua latar belakang untuk bersatu," ujar Kepala Pramuka, Bear Grylls, seperti di kutip dari Daily Mail, Kamis (29/3/2012).

Seragam tersebut dibuat oleh perancang keturunan Palestina-Inggris, Sarah Elany.
(faj)

NU, NKRI dan Khilafah

BeritaMantap.com -KH Mutawakkil ‘Alallah -- kebetulan nama beliau sama dengan salah satu gelar seorang Khalifah Bani Abasiyah -- Ketua PW NU Jatim menegaskan, bahwa siapapun dan apapun ormasnya yang mengganggu asas Pancasila dan keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU.

Pernyataan keras ini disampaikan sebagaimana dinukil eramuslim dari situs on-line NU oleh Kyai tersebut pada acara Harlah NU di Jombang. Ia juga dengan tegas meminta Negara bertindak tegas kepada pengusung ide Khilafah. Peryataan ini tentu mengandung ironi di tengah gagasan penegakan Khilafah yang semakin kuat mendapatkan sambutan hangat dari seluruh komponen ummat – tentu termasuk ummat Nahdliyin.

Bahkan SETARA Institute – sebuah LSM Liberal -- dibuat kaget oleh hasil surveynya sendiri di akhir tahun 2010 ini, bahwa ternyata gagasan Khilafah yang semula asing itu sudah didukung oleh 34,6 % responden. Pernyataan di atas juga tak perlu direaksi secara emosional oleh para pejuang Khilafah, namun cukup ditanggapi secara arif dan argumentative berkepala dingin. Malah sebaiknya menurut kata hikmah Imam Syafii rahimahullah, FA KHOIRU MIN IJABATIHI AS SUKUUT, jawabnya lebih baik diam.

Sebagai respon atas kegelisahan Struktur Nahdliyin (karena tidak semua Nahdliyin menolak Khilafah), maka berbagai fakta empiris historis dan sejumlah narasi normative dari sumber turats Islam klasik serta kuatnya opini syariah dan khilafah di tengah ummat, dapat kiranya dijadikan bahan masukan para pihak penolak Khilafah. Dengan ini mudah-mudahan mampu memberikan bayan (klarifikasi) atas kesalahfaman mereka kepada gagasan tersebut, yang kesemuanya akan diurai secara ringkas di bawah ini.

Sejarah Jejak Keterkaitan Nusantara dengan Khilafah

Adalah sikap ahistoris menolak ide khilafah mengingat ditemukan sejumlah bukti sejarah yang terhubung sangat erat melalui peran Khilafah dengan sejarah lahirnya umat Islam di negeri ini. Terutama masuknya Islam di tanah Jawa tidak bisa dilepaskan peran Khilafah Utsmaniyah Sultan Muhammad I. Khalifah ini secara bergelombang mengutus dai-dai transnasional ke tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Tersebutlah Maulnana Malik Ibrahim (pakar tata negara Turki), Syaikh Jumadil Kubro-Mesir (dimakamkan di komplek Trowulan), Syaikh Maulana Israil, Syaik Ahmad Subakir, Syaikh Samarkand (Asmarokondi), dsb. Dilanjutkan gelombang kedua yang dikenal dengan Wali Songo, diantaranya Sayyid Ja’far Shodiq Al Quds (Sunan Qudus/Ahli Militer) dan Syarif Hidayatullah.

Tokoh-tokoh diatas tak dipungkiri lagi dalam komunitas Nahdliyin dikenal sebagai Waliyullah yang sangat dihormati. Fakta sejarah lain bisa disimak berikut ini:

  • Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.
  • Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.
  • Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi.
  • Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
  • Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.
  • Gelar Sultan Kesulatanan Islam di nusantara dinyatakan sah apalbila telah ditetapkan oleh Syarif Makkah. Syarif Makkah adalah pejabat Khilafah Utmaniah setingkat wali/ Gubernur yang diberi kewenangan mengankat para Sultan.Pada era kolonialisme gelar Sultan amat sangat ditakuti Belanda. Karenaya tidak mengherankan jika Pangeran Diponegoro menyematkan gelarnya: “ Senopati Ing Alogo Sultan Abdul Hamid Erucokro Amirul Mukminin Tanah Jowo Sayidi Panotogomo”. Sultan Abdul Hamid adah nama Khalifah Utmaniyah dan Erucokro adalah Sultan Mataram saat itu.
  • Dalam peran internasionalnya NU juga tidak bisa dipisahkan dari perjuangan penegakan Khilafah yang menjadi agenda penting umat Islam saat itu. Sebagai respon terhadap keruntuhan khilafah sebuah komite didirikan di Surabaya pada tanggal 4 Oktober 1924 diketuai oleh Wondosoedirdjo (kemudian dikenal sebagai Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KHA. Wahab Hasbullah(salah satu pendiri NU). Tujuannya untuk membahas undangan kongres khilafah di Kairo.

Pertemuan ini ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan Kongres Al-Islam Hindia III di Surabaya pada tanggal 24-27 Desember 1924, Keputusan penting kongres ini adalah melibatkan diri dalam pergerakan khilafah dan mengirimkan utusan yang harus dianggap sebagai wakil umat Islam Indonesia ke kongres dunia Islam. Kongres ini memutuskan untuk mengirim sebuah delegasi ke Kairo yang terdiri dari Suryopranoto (SI), Haji Fakhruddin (Muhammadiyah) dan KHA. Wahab dari kalangan tradisi.

Khilafah: Salah satu Prinsip Aswaja

Definisi Ahlus Sunnah wal Jamaah, menurut Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, adalah golongan kaum muslimin yang berpegang dan mengikuti As-Sunnah (sehingga disebut ahlus sunnah) dan bersatu di atas kebenaran (al-haq), bersatu di bawah para imam (khalifah) dan tidak keluar dari jemaah mereka (sehingga disebut wal jamaah). (Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Rumusan Praktis Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Solo : Pustaka Istiqomah, 1992, hal. 16). Definisi yang seumpamanya disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani di dalam kitabnya Al-Ghaniyah, yang menjelaskan tentang ahlus sunah sebagai perbuatan yang mengikuti segala yang ditetapkan Nabi SAW (maa sannahu rasulullah SAW).

Dan disebut wal jamaah, kerana mengikuti ijma’ sahabat mengenai keabsahan kekhilafahan empat khalifah dari Khulafa` Rasyidin) (maa ittifaqa ‘alaihi ashhabu rasulillah fi khilafah al-a`immah al-arba’ah al khulafa` ar-rasyidin). (Balukia Syakir, Ahlus Sunnah wal Jamaah, Bandung : Sinar Baru, 1992, hal. 31)

Dari pengertian Ahlus Sunah Wal Jamaah di atas, jelas sekali bahwa perjuangan menegakkan Khilafah dengan sendirinya sangat sinonim dengan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah. Ini kerana, Khilafah berkati rapat dengan istilah wal jamaah. Jadi, jamaah di sini maksudnya adalah kaum muslimin yang hidup di bawah kepimpinan khalifah dalam negara Khilafah. Khilafah merupakan prinsip dasar yang sama sekali tidak terpisah dengan Ahlus Sunah Wal Jamaah.

Kesatuan Ahlus Sunah Wal Jamaah dan Khilafah ini akan lebih dapat dipastikan lagi, jika kita menelaah kitab-kitab yang membahaskan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam kitab-kitab aqidah itu, semuanya menetapkan wajibnya Khilafah. Dalam kitab Al Fiqhul Akbar (Bandung : Pustaka, 1988), karya Imam Abu Hanifah (w. 150 H) dan Imam Syafi’i (w. 204 H), terdapat fasal yang menegaskan kewajiban mengangkat imam (khalifah) (fasal 61-62).

Dalam kitab Al-Farqu Baina Al-Firaq, karya Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi (w. 429 H) menerangkan 15 prinsip Ahlus Sunah Wal Jamaah. Prinsip ke-12 adalah kewajiban adanya Khilafah (Imamah). Kata Abdul Qahir al-Baghdadi,”Inna al-imaamah fardhun ‘ala al-ummah.” (sesungguhnya Imamah [Khilafah] fardhu atas umat). (Lihat Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi, Al-Farqu Baina Al-Firaq, Beirut : Darul Kutub Al-Ilmiah, 2005, hal. 270). Dalam kitab Al-Masa`il Al-Khamsuun fi Ushul Ad-Din hal. 70, karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) beliau mengatakan, “Mengangkat Imam [khalifah] adalah wajib ke atas umat Islam.” Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya ‘Ilmu Al-Kalam ‘Ala Mazhab Ahlis Sunnah wal Jamaah hal. 94 pada bab Mas`alah fi Al-Imamah.

Hal yang sama juga terdapat dalam kitab Al-Hushuun Al-Hamidiyah Lil Muhafadhati ‘Ala al ‘Aqaidi al Islamiyah, karya Sayyid Husain Efendi, hal.189, beliau mengatakan,”Ketahuilah bahawa wajib atas kaum muslimin secara syara’ untuk mengangkat seorang Khalifah…” (i’lam annahu yajibu ‘ala al-muslimin syar’an nashb Imamin…). Kitab ini termasuk jenis Kitab Tauhid yang wajib diajarkan di Pesantren Salaf. Bab Khilafah sengaja diletakkan di bagian akhir sebagai pamungkas lantaran Khilafah adalah institusi paling penting untuk menjaga Aqidah Islam, penegak hudud, dan pengatur segala urusan politik dalam maupun luar negeri.

Selain dalam kitab-kitab aqidah seperti dicontohkan di atas, dalam kitab-kitab tafsir, hadis, atau fiqih akan ditemukan kesimpulan serupa bahawa Khilafah memang kewajiban syar’i menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah. Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Qurthubi (1/264) menyatakan,”Tidak ada perbezaan pendapat mengenai wajibnya yang demikian itu (Khilafah) di antara umat dan para imam, kecuali yang diriwayatkan dari Al-Asham, yang memang asham (tuli) dari syariah (laa khilaafa fi wujubi dzaalika baina al-ummah wa laa baina al-aimmah illa maa ruwiya ‘an al-asham haitsu kaana ‘an asy-syariah asham…). Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (12/205) berkata,”Ulama sepakat bahawa wajib atas kaum muslimin mengangkat seorang khalifah.” (ajma’uu ‘alaa annahu yajibu ‘ala al-muslimin nashbu khalifah).

Imam Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniyah hal. 5 berkata,”Mengadakan akad Imamah bagi orang yang melaksanakannya di tengah umat, adalah wajib menurut ijma’.” (aqdul imamah liman yaquumu bihaa fi al-ummah waajibun bil ijma’). Jelaslah, bahawa Khilafah adalah memang ajaran asli dan murni Ahlus Sunah Wal Jamaah dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Khilafah adalah wajib menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah.

Dengan demikian adalah sungguh aneh bin ajaib jika ada individu atau kelompok yang mengaku penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah, tetapi mengingkari atau bahkan menolak Khilafah. Pengingkaran penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah terhadap Khilafah adalah batil. Ini jelas-jelas upaya keji dan jahat untuk membinasakan, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah dari prinsip dasarnya.

Maka kepada para pihak penghadang khilafah, sebagian narasi teks di atas harus dibantah lebih dahulu sebelum mengeluarkan statemen menolak ide khilafah. Bentuknya harus berupa hasil kajian Bahtsul Masaail yang dipublkasikan dan diuji dalam forum intelektual yang kredibel. Tetapi ini akan sulit dilakukan, sebab ide khilafah apalagi tathbiq as-syariah itu termaktub dalam lembar demi lembar Kitab-kitab kuning yang terlanjur menjadi maraji’, maqayis (standarisasi) dan qanaat (keyakinan) komunitas Ulama dan santri.

Jadi secara ‘fitrah’ dan fikrah, dunia pesantren akan lebih mudah mengadopsi ide Khilafah daripada menolaknya. Menolak ide ini berarti harus ‘membakar’ dan men-Delet kemapanan aqwal, fatwa dan ijtihad para Ulama Salaf. Tentu bila mengambil langkah ini, kita akan ‘kualat’ dan pasti dikutuk oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya …“KAMATSALI AL HIMARI YAHMILU ASFAARA”.

Dinamika Opini Syariah dan Khilafah

Majalah Gatra edisi 25; Mei 2006 dengan cover menyolok NEGERI SYARIAH TINGGAL SELANGKAH”, memuat Laporan Utama berbunyi “Gelora Syariah Mengepung Kota” menyimpulkan bahwa saat ini Indonesia memang telah masuk dalam kategori “Negeri Syariah & Insya Alloh ‘Negara syariah’ hanya tinggal selangkah lagi. BBC News, 25/04/2007 menulis “In solving all the problems of the curret wordl today, muslim in muslim countries agree to reestablish/restore Islamic State.

Sementara PPIM UNIS Syahid, melaporkan bahwa di tahun 2002 67 % responden setuju pemerintahan berdasarkan Syariat islam adalah yang terbaik buat Indonesia. Pada tahun 2003 angkanya meningkat menjadi 75 %.

Ketum GMPI M. Danial Nafis pada penutupan Konggres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 03/032008 mengungkap hasilsurvey yang dilakukan gerakan nasionalis pada tahun 2006, sebanyak 80 % mahasiswa dari kampus ternama meliputi UI,ITB, UGM, Unair dan Unibraw, memilih Syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

Wajarlah kemudian jika engamat sekaligus pakar ekonomi & politik internasional Northwestern University Prof. Jeffrey A. Winter ketika berbicara di UK Atmajaya Jakarta 22/4/2009 menyatakan bahwa saat ini telah sangat jelas terlihat adanya fenomena gerakan yang mampu masuk ke grassroot dalam upaya menjawab berbagai masalah dan merubah politik di Indonesia kea rah lebih bernuansa islami hingga menjadi Negara Islam dalam tempo 5 – 25 tahun mendatang.

Bahkan AM Hendropriyono mantan Kepala BIN dengan terbuka menyatakan: “semestinya setelah thesis Liberal-Kapitalisme gagal mensejahterkan dunia, Kekhalifahan seharusnya muncul sebagai penggantinya. Karenanya, Islam perlu menjawab tantangan globalisasi dengan membangun Kekhalifahan Universal. Hanya system ini yang bisa mengatur dan mensejahterkan dunia, karena tatanan Sekuler-Kapitalisme telah gagal”. (Sabili No. 19/Th XVI, 9/4/2009).

Dinamika di atas mestinya membuat kita semakin antusias untuk menyambut abad The New Wordl Order di bawah naungan Khilafah. Arus Khilafah tak terbendung lagi, maka siapapun yang tidak mau mengambil bagian dalam arus ini akan terbuang dan terkubur dalam sampah sejarah.

Oleh karena itu begitu semangatnya para Ulama Akherat menyambut abad khilafah terucaplah suara hati dari lisan yang bersih dan mulia seorang Abah Hideung, Pimpinan Ponpes an-Nidzamiyah Cicurug Sukabumi Jabar pada Liqa’ Besar Alim Ulama Penegak Syariah dan Khilafah di Surabaya. Beliau dengan nada bergetar menyatakan, “Maka tampaklah kepada dunia konsep kehidupan yang telah dicontohkan oleh Rasul serta para Khalifah sesudahnya. Kini dunia tengah menunggu system baru. Percayalah, sebentar lagi –menurut ukuran sejarah, malam akan berganti siang. Sekali biji tertanam, akar akan terhujam, batang akan merindang, pohon Khilafah dan Syariah akan panen di setiap ruang dan waktu di ujung akhir nafas sejarah, dengan sezin Allah SWT”.

NKRI Yang Tersandera dan Terjajah

Adalah fakta dan problema internal NKRI hari ini telah direspon secara tegas dalam KUII ke V 7 .s.d 10 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, yang dihadiri oleh sekitar 800 utusan MUI seluruh Indonesia, berbagai Lembaga & Badan serta ORmas Islam telah melahirkan Deklarasi Jakarta 2010 yang menyatakan: “Pentingnya kepemimipinan umat sebagai perwujudan perjuangan menerapkan amar makruf nahi munkar dalam rangka menegakkan Syariah islam pada seluruh asepk kehidupan bangsa dan Negara. Seiring itu pranata system hokum warisankolinial Belanda dan yang bertentangan dengan Syariah Islam harus diperbaharui, dmeikian juga produk hokum yang mengandung Sekularisme, Liberalisme dan Kapitalisme harus ditangkal”. (www.mui.or.id)

Statemen di atas menggambarkan dengan tegas NKRI tersandera dan terjajah oleh sekularisme, libelarilme dan kapitalisme. Jika pada Era Orde Lama Negeri ini jadi objek eksperimen Demokrasi Liberal (RIS), Demokrasi Terpimpin dan Sukarnoisme (Nasakom) dengan poros Soviet-Peking. Maka era Orde Baru arus Sosialime-Komunisme diputarbalik ke arah kapitalisme Sekuler dengan poros AS.

Namun di era reformasi AS terpaksa mengikuti kehendak public untuk melengserkan rezim diktaktor ala Suharto. AS pun dengan cepat mendukung public guna reformasi wajah alias operasi plastik dengan mengganti rezim baru yang lebih demokratis. Yakni sebuah rezim yang lebih pro AS, mengadopsi neo-liberalisme dalam ekonomi, Demokrasi Sipil dalam politik, permisiv dalam budaya barat (pornografi-aksi), pluralism agama dan keyakinan, dan layanan public yang semakin kapitlistik.

Arena politIk yang mestinya sarat perjuangan untuk membela hak-hak rakyat kini berubah jadi ajang bisnis. Para politisi agar bisa duduk di singasana kekuasaan membutuhkan modal milyaran bahkan trilyunan untuk kursi yang lebih tenggi. Agar balik modal para politisi itu berlomba jadi makelar proyek disamping makelar undang-undang.

Konon tarif per undang-undang saat ini bisa mencapai 11 milyar. Penyebabnya kelompok kepentingan baik dalam negeri maupun asing untuk menjalankan agenda busuknya sangat membutuhkan payung hukum. Tidak ada cara lain kecuali mereka harus menyuap para legislator. Para legislator akhirnya bermandikan uang, sementara rakyat harus mengerang menahan lapar bernasib malang.

Era reformasi membawa negeri ini berlayar tanpa visi dan jatidiri. Harga dirinya tergadaikan. Kemandirian, kemerdekaan dan kepercayaan diri musnah. Benarlah curhat Prof. Habibie pada peringatan lahirnya Pancasila, bahwa negeri ini dikendalikan oleh Neo-VOC. Beliau juga bersedih melihat 48.000 insinyur dengan well-educated lari mencari pekerjaan di luar negeri. Sebab industry dirgantara harus bubar demi mengikuti LOI IMF.

Belum lagi SDA berupa minyak, gas, mas dan mineral lain nyaris semua jatuh ke Multinasional Corparation. Ini semua konsekuensi kebijakan liberalisasi sector migas, dan UU Minerba. Regulasi ini lahir dari konspirasi jahat para kapitalis dan kompradornya melalui parlemen hasil pesta demokrasi.

Liberalisasi di sektor budaya melahirkan life style baru westomania. Remaja dugem, pesta narkoba hingga perilaku sex bebas mengancam generasi negeri ini. Ditemukan data dan fakta mengerikan bahwa lebih dari 50 % remaja putrid di kota-kota besar mengakui sudah tidak virgin lagi.

Angka kriminalitas pasca reformasi mengalami peningkatan luar biasa. Kejahatan di ibukota hitunganya tidak lagi menit namun sudah per detik. Inilah pengaruh langsung ideology Kapitalisme Sekuler. Jenis Ideologi transasional seperti inilah biang keladi masalah dan ancaman riel negeri ini. Jadi mana yang lebih berbahaya bagi NKRI, Kapitalisme-Sekuler atau Khilafah-Syariah? Wallahu A’lam. (eramuslim,beritmantap)

Penulis:

Al-Faqir A. Baedlowi An-Nawy (Alumni Ponpes Salafiyah Al Huda Oro-oro Ombo Madiun)
Alamat: Wonorejo, Kedungalar, Ngawi

Allah Swt Memberi Sinyal Dibalik DALANG TERORISME Sepanjang Masa

BeritaMantap.com - Mencari penjelasan segala sesuatu peristiwa diatas bumi ini, termasuk aktivitas terrorisme (yang justru menyedihkannya selalu ditudingkan ke Islam oleh Barat), adalah dengan membuka penjelasan Al Qur’an bagi kaum muslimin. Ini sesuai dengan keterangan Allah swt dalam firman-Nya

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (QS. 12:111. )

Kita akan menyimak ayat-ayat Qur’an, mengapa dari mulut-mulut Barat itu datang begitu dalam akan kebencian terhadap kaum muslim dengan menudingnya terrorist, dan sesungguhnya siapakah terorrist yang sebenarnya menurut keterangan Qur’an.

Perhatikan sebuah ayat dalam Qur’an yang menjelaskan kepada ummat manusia untuk sepanjang masa, bahwa siapakah dalang sebenarnya dari banyak peperangan, kekacauan, revolusi atau teror di berbagai belahan bumi ini.

“…. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan, QS.5:64 .

Keyakinan akan kebenaran ayat Allah yang satu ini, kalau kita melihat perjalanan sejarah ummat Islam sejak nabi saw hidup hingga zaman ini, banyak sekalai bukti kasat mata tentang keterlibatan kaum Yahudi dalam setiap kekacauan. Dalam kasus Perang Ahzab misalnya, menunjukkan bagaimana prilaku bekas pengikut nabi Musa as ini menikam kaum muslimin dari belakang dengan bersekutu dengan pihak musyrik Makkah waktu itu.

Setelah peristiwa itu tercatat pula tidak sedikit keterlibatan mereka dalam membuat intrik-intrik politik sehingga Nabi saw pada akhirnya mengusir mereka untuk selama-lamanya dari tanah Hijaz hingga sekarang ini.

Dalam sejarah modern, sejak revolusi Amerika yang melawan Kerajaan Inggris hingga Revolusi Bolsevik di Kekaisaran Rusia, juga tak terlepas dari rekayasa licik kaum Yahudi ini. Bahkan Perang Dunia I dan II, diyakini banyak sejarawan hasil hasutan mereka pula.

Bahkan, perang Teluk II yang meluluh-lantakkan Irak, sudah kita mahfum adalah hasil gosokan penasehat-penasehat Yahudi Presiden Bush semacam Molvowitzh dan Richard Perle.

Dan kini, konsep ‘pre empetive strike’ yaitu prinsip gebug dulu lawan AS di negerinya sebelum membahayakan AS, adalah buah tangan dan pemikiran-pemikiran penasehat Yahudi Presiden Bush, yang di kemudian hari bekembang menjadi Perang Global melawan Terrosisme (yang diindentikan dengan kaum Muslim) di seluruh Dunia.

Bahkan dua ideologi sekuler saat ini, Kapitalisme dan Sosialisme, adalah pemikiran dua Yahudi di zamannya yaitu Adam Smith dan Karl Marx.

Perdagangan Uang yang hari ini omzetnya berlipat-lipat dari omzet perdagangan barang dan jasa, juga dikendalikan oleh Bankir-bankir, Fund Manager dan Spekulator berdarah Yahudi.

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik, QS. 5:82”.

Di dunia saat ini, kebanyakan kaum Yahudi ini tinggal di AS (sekitar 4 juta jiwa), dan sekitar 2 juta jiwa di Israel (cobalah akses situs Religion dari Natiomaster.com)

Allah sendiri yang akan Menghancurkan Mereka
Ummat Yahudi adalah ummat yang orang baiknya sedikit sekali, kebanyakan mereka adalah manusia-manusia bejat yang paling senang berbuat kerusakan. Bahkan mereka berbuat berkali-kali kerusakan di muka bumi ini,

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar, QS. 17:4”.

Begitu rusaknya ummat ini, sehingga mereka diperintahkan untuk bunuh diri massal: “Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu, QS. 4:66”.

Tapi mereka menolak karena takut mati dan inginnya hidup 1000 tahun lagi tapi Allah menolak keinginan itu karena akan semakin banyak kerusakan yang akan ditimbulkan mereka. Pada puncaknya, maka Allah akan kirimkan hamba-hambanya untuk memusnahkan mereka (semacam Nabukadezar atau Hitler misalnya), seperti firman-Nya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya, QS.7:167”.

Demikian itulah keadilan Allah ditegakkan atas kedzoliman ummat Yahudi sepanjang masa, termasuk saat ini. Kesimpulannya, perang melawan ankara murka di muka bumi ini sebenarnya adalah perang menghancurkan dalang di balik kerusakan, yaitu...........KAUM YAHUDI.

Ismail Yusanto: Dulu Kita Merdeka Atas Nama Allah, Kenapa Sekarang Meninggalkan Tuntunan Allah?

BeritaMantap.com - Pada bulan Ra’jab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.

“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.

Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.

”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.

Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.

Hizbut Tahrir sudah beberapa kali melakukan Konferensi tentang Khilafah, apakah masyarakat semakin sadar butuh Khilafah?

Iya kami merasa seperti itu. Setiap dua tahun sekali, terakhir tahun 2010, kami meng-hire perusahaan riset untuk melakukan survey nasional tentang berbagai isu penting. Diantaranya mengenai Syariah dan Khilafah. Nah, hasilnya pendukung Syariah itu diatas 73 % dari 1300 responden di 30 kota besar. Kemudian pendukung Khilafah malah lebih besar lagi, yakni 83%. Itu penelitian yang kami hire.

Sementara Setara Institute juga pernah melakukan survey sikap masyarakat untuk Pluralisme, Toleransi, tapi di dalamnya ada pertanyaan mengenai Khilafah. Nah, ternyata di Jabotabek ada 34,6 % yang mendukung Khilafah. Di Bogor lebih besar lagi, yakni yang mendukung 46 % dan yang menolak 41 %. Kemudian di Depok antara yang mendukung dengan yang tidak, hasilnya fifty-fifty. Nah jadi, selain kami terjun langsung ke grasroot bertemu dengan para ulama dan umat, kami merasakan bagaimana dukungan itu makin hari, makin besar.

Ide Khilafah ini sangat besar, sementara masyarakat Indonesia masih rendah Keimanannya. Apa mereka bisa diajak menegakkan Khilafah?

Nah ini yang sering disalah pahami banyak orang. Seolah-olah ketika Hizbut Tahrir mengajak umat mendirikan Khilafah lantas melupakan hal-hal yang bersifat esensial dan elementer. Seruan kami mengajak untuk tegaknya Syariah dan Khilafah itu ibarat vision and mission statement. Yang namanya Visi itu pasti menyangkut sesuatu yang besar, jauh kedepan, dan diharapkan mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi.

Tetapi di dalam pelaksanaannya, coba perhatikan apa yang dilakukan Hizbut Tahrir? Kita memulainya dengan melakukan pembinaan/halaqoh. Dan di dalam halaqoh itu dijelaskan mengenai aqidah, keterikatan seorang muslim kepada syariah, termasuk dalam ibadah. Maka Insya Allah, dari pengalaman kami selama ini, mereka-mereka yang ikut dalam pembinaan bersama Hizbut Tahrir, justru keterikatan kepada Syariah termasuk di dalam ibadah semakin hari semakin meningkat.

Bahkan lebih Syumul (Sempurna)?

Iya jadi lebih syumul. Karena kemudian dia melihat, mana persoalan pribadi, persoalan ibadah, akhlak, akidah, atau muamalah. Jadi mereka tahu ibadahnya dan muamalah-nya bagus, termasuk juga dawah.

Gerakan-gerakan Islam memiliki Visi dan Misinya masing-masing, Bagaimana Hizbut Tahrir menyatukan mereka semua? Mengingat Ide Khilafah menaungi semua golongan

Sebenarnya dalam dialog kami dengan berbagai kelompok Islam, itu tidak ada perbedaan esensial terhadap Syariah dan Khilafah. Syariah dan Khilafah itu disetujui oleh seluruh gerakan Islam. Bahkan kita datang ke pesantren, ke ulama, ke pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, mereka juga mendukung (Syariah dan Khilafah). Karena mereka menyadari, bahwa Khilafah adalah ide Islam, bukan hanya ide Hizbut Tahrir.

Yang berbeda adalah pada metode atau thoriqoh perjuangannya. Nah kalau sudah menyangkut metode atau thoriqoh perjuangan, hal itu kembali pada diri masing-masing. Bukan lagi hak kami untuk mencampuri. Namun kami mengambil sisi positifnya bahwa ini memang keragaman yang tidak bisa dielakkan terjadi di tengah-tengah umat. Tapi yang paling penting adaah semuanya mengarah kepada visi dan misi yang sama, yakni tegaknya Syariah dan Khilafah.

Isu Transnasional sekarang menjadi sasaran Densus. Hizbut Tahrir Indonesia masih mau jalan terus?

Insya Allah kita akan jalan terus. Apa pun hambatan dan rintangan yang kita hadapi, hal itu tidak akan membuat kita surut sejengkal pun. Karena perjuangn memang sudah sunatullah seperti itu. Tapi kita juga perlu mencermati, bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya hambatan itu harus sebisa mungkin kita cegah. Seperti RUU Intelejen, kita juga berdialog dengan berbagai komponen masyarakat. Baik itu di dalam tubuh umat Islam maupun yang ada di luar. Termasuk kami juga berdialog dengan komponen yang ada di parlemen, ternyata tidak hanya Hizbut Tahrir yang menolak itu, tapi hampir semuanya menolak RUU itu. Karena RUU ini mengancam mereka juga. Karena dalam RUU intelejen ada kewenangan menyadap, kalau sudah ada kewenangan menyadap siapapun bisa menyadap. Ada kewenangan menangkap tanpa bukti awal, maka siapapun juga bisa ditangkap.

Nah karena itu, dengan dialog dan komunikasi yang kami lakukan, insya Allah kekuatan yang menolak munculnya RUU itu semakin hari semakin besar.

Dalam pandangan Hizbut Tahrir, bagaimana cara menegakkan Khilafah? Apakah dengan Demokrasi, Jihad, atau Dakwah Tauhid?

Hizbut Tahrir menolak demokrasi, karenanya Hizbut Tahrir tidak akan menempuh cara demokrasi, karena demokrasi itu berarti kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan Hizbut Tahrir meyakini kedaulatan itu di tangan Allah SWT. Tetapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir mengharamkan pemilihan umum. Karena pemilihan itu hanya cara untuk memilih wakil dan ini masuk dalam bab Wakalah. Wakalah itu ada empat unsur, ada wakil, muwakkil, ijab qabul, dan ada amal yang harus dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil.

Nah, dari empat unsur ini yang menjadi persoalan adalah amal. Amal apakah yang dilakukan wakil atas perintah muwakkil? Kalau amalnya sesuai aqidah dan syariah maka amal itu kita terima. Kalau bertentangan, maka kita tolak.

Nah kembali kepada metode, lantas dengan metode apa Hizbut Tahrir menegakkan Khilafah? Maka kami mengatakan dengan metode Rasulullah SAW, yakni dengan pembinaan dan pengkaderan.

Kemudian, melakukan interaksi di tengah masyarakat. Kita bergerak di tengah masyarakat menjelaskan Islam lalu mereka faham, maka muncullah Al way’ul ‘am, (kesadaran umum tengan Islam). Al Way’ul siyasi (kesadaran politik tentang Islam). Kita juga melakukan kontak kepada ashabul fa’aliyat (mereka yang memiliki pengaruh), ahlul quwwah (pemiliki kekuatan). Sampai akhirnya, sebagaimana Rasulullah SAW dia didukung oleh ahlun nusroh (pemegang kekuatan penentu), maka tegaklah daulah Islam pertama di Madinah. Kira-kira begitu secara ringkas.

Nah mengenai jihad, Hizbut Tahrir dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa kami melakukan dakwah non kekerasan. Kenapa? Karena dakwah itu tujuannya adalah merubah pemikiran seseorang. Merubah pemikiran harus dengan pemikiran, tidak bisa dengan kekerasan. Kedua, kami melakukan dakwah siyasi (politik)untuk perubahan politik.

Tapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir kemudian menolak Jihad, karena Jihad adalah ajaran Islam. Jihad itu bisa dilakukan pada waktunya. Nah kapan Jihad itu dilakukan? Satu, ketika umat Islam diserang. Maka wajib umat Islam membela diri seperti terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan,di Ambon dan juga Poso dulu.

Dan yang kedua adalah jihad hujumi. Ini jihad ofensif untukfutuhat (pembebasan). Nah ini terjadi jika umat Islam dipimpin oleh seorang Kholifah.

Lalu, kira-kira kapan Khilafah Tegak?

Khilafah tegak itu sangat tergantung kepada nashrullah (pertolongan Allah). Dan nashrullah itu qodho (ketetapan) dari Allah, kita tidak tahu, Allahua’lam. Tetapi banyak analis dari Barat khususnya, seperti NIC (National Intelligence Council), pada konferensi tahun 2005 memperkirakan bahwa tahun 2020 kemungkinan Khilafah bisa berdiri.

Apa Indikasinya?

Nah indikasinya mereka mengkaji tren global, misalnya kenaikan dan kekuatan dunia Islam. Baik dari segi populasi, sumber daya alam, geografis, politis, kesadaran ideologi umat Islam, meningkatnya keberagamaan dan lain sebagainya. Nah pada saat yang sama, terjadi tendensi penurunan kekuatan di Negara-negara barat. Kita ketahui dari segi populasi, masyarakat Eropa mengalami pertumbuhan penduduk 0%, bahkan negatif. Ekonomi Amerika sekarang turun, bahkan dililit hutang yang luar biasa. Maka itu mereka kemudian membuat mapping globalization dan diantaranya kemungkinan tahun 2020 Khilafah akan tegak.

Mengenai 2020, bukan hanya NIC, bahkan mantan Wakil Ketua Parlemen Rusia (Michael Buriyev, red.), juga memperkirakan tahun 2020 Khilafah akan berdiri. Sementara Hizbut Tahrir sendiri tidak pernah memperkirakan kapan Khilafah tegak. Karena kita yakin Khilafah itu fardhullah juga wa’dullah, janji Allah.

Beberapa waktu lalu, SBY menyerukan persatuan Dunia Islam. Apa SBY juga bisa diajak untuk menegakkan Khilafah?

Oh bisa saja kenapa tidak? Selagi dia manusia, siapapun dia bisa berubah. Jangankan Pak SBY, Umar bin Khaththab saja yang dulu sangat keras mementang Islam, bisa menjadi pembela Islam yang luar biasa. Ini berpulang kepada beliau, apakah beliau mau menjadi pembela Islam atau tidak. Kalau beliau mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. Dan seruan untuk dunia Islam bersatu adalah seruan yang sudah sering sekali kita dengar dari banyak pihak. Cuma persoalannya adalah bagaimana kita bersatu?

Nah inilah ironinya. Ketika Hizbut Tahrir menyerukan tegaknya Khilafah yang akan memungkinkan terjadinya persatuan dunia Islam, kenapa kemudian ditolak? Dan ini berarti tidak cocok antara seruan dengan tindakan. Itulah yang sering diucapkan oleh tokoh-tokoh di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh umat.

Menurut kami hal ini tidak boleh diteruskan. Jadi, jika menyerukan persatuan Islam di seluruh dunia Islam harus konsisten. Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah khilafah.

Apa pesan Ustadz kepada Umat?

Saya kira saat ini, kita tidak punya pilihan setelah sosialisme dan kapitalisme terbukti gagal. Bahkan semakin nyata kebobrokonnya. Bagaimana Krisis Ekonomi mulai melanda dunia, Yunani, Amerika, dan lain sebagainya. Nah, pertanyaannya kemana kita akan mengadu selain kepada Islam? Inilah saatnya kita kembali kepada Islam. Kita diberikan negeri yang luar biasa barokah dari Allah. Kita sendiri juga mengakui kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah, tapi kenapa kita mengelola negeri yang dulu merdeka atas nama Allah, justru sekarang meninggalkan tuntunan Allah? Nah ini harus dihentikan, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada Al haqq, yaitu kepada Syariah.

Dan jika betul-betul kita mau menjadi khoiru ummah, maka tidak mungkin tidak kita harus bersatu, dan persatuan itu hanya mungkin terjadi dengan Khilafah. (eramuslim, beritamantap)

20 Ribu Umat Muslim Hadiri Konferensi Rajab 1432 Hijriah di stadion Lebak Bulus, Jakarta

20 Ribu Umat Muslim Hadiri Konferensi Rajab
BeritaMantap.com - JAKARTA- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 Hijriah di stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Acara yang digelar rabu (29/6/2011) ini bertema 'Hidup Sejahtera di Bawah Naungan khilafah'.

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan sedikitnya sebanyak 20 ribu umat Islam dari 29 kota Mulai Aceh hingga Papua hadir dan larut dalam gempita penerapaN syariah dalam naungan Khilafah.

"Konferensi rajab ini merupakan sarana untuk mencerdaskan dan mencerahkan umat. Konferensi ini diadakan untuk memompa semangat dan optimisme akan keberhasilan perjuangan penegakan kembali syariah dan khilafah," terang Ismail Yusanto di Stadion Lebak Bulus.

Ia mengatakan, dalam acara ini juga merupakan momentum bagi HTI untuk menawarkan solusi syariah dan khilafah. Tawaran tersebut dinilai sebagai wujud keimanan kead sang Kholiq dan kecintaan terhadap Indonesia.

"Penegakan syariah secara kaffah di bawah maungan daulah khilafah mutlak diperlukan sebagai jalan penyelesaian atas berbagai persoalan di negeri ini," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini masalah demi masalah masih menghinggapi rakyat Indonesia. HTI menganggap semua itu terjadi akibat penerapan sistem kapitalis-liberal.

"Oleh karena itu, HTI meyakini bahwa penerapan syariah Islam akan mampu mensejahterakan rakyat Indonesia," pungkasnya. [Tribunnews.com/beritamantap.com]

Khilafah, Negara Adidaya Masa Depan

BeritaMantap.com - HTI Press. Kaum Muslim memiliki potensi kekuatan yang luar biasa di segala bidang. Hanya saja kekuatan itu masih berserakan. Bila kekuatan tersebut disatukan dalam naungan Khilafah, maka Khilafah akan menjadi negara adidaya dunia. Demikian disampaikan Ketua DPP HTI Farid Wadjdi dan Media Officer HT Tun Kelana Jaya dalam orasinya pada Konferensi Rajab 1432 H di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (29/6).

Ia mengungkap betapa dunia Islam adalah pusat populasi yang besar, lebih dari 1,5 miliar (23% dari populasi seluruh dunia) ditambah lagi laju pertumbuhannya sangat besar. “Pertumbuhan populasi yang tinggi akan membantu Negara Khilafah Islamiyah membangun kekuatan militer terbesar di dunia,” tandas.

Negara Khilafah masa depan akan memiliki angka tenaga kerja tertinggi, 18% dari total angkatan kerja dunia. Jelas hal ini dapat menyokong produksi secara besar-besaran dan aktivitas-aktivitas ekonomi.

Jumlah total militer umat Islam melebihi jumlah tentara dari semua negara-negara utama dan kekuatan-kekuatan sedunia saat ini dan yang terdahulu. Saat ini Amerika memiliki 1,47 juta tentara aktif dan 3,38 juta tentara gabungan (termasuk yang aktif, tentara cadangan, paramiliter). Anggota tetap Dewan Keamanan PBB hanya memiliki 5,26 juta tentara aktif dan 15,95 juta tentara gabungan. Adapun gabungan tentara aktif dari Negara Khilafah sekitar 5,59 juta orang dan 22,42 juta orang militer gabungan (terdiri dari militer aktif, pasukan cadangan dan pasukan paramiliter).

Dalam hal yang berkenaan dengan produksi agrikultur, umat Islam memproduksi 29,8% dari total produksi sereal sedunia, 20,7% produksi kapas, 21,06% produksi beras, 16,85% gandum sedunia, begitu pula produksi kacang hijau yang merupakan produksi tertinggi di dunia. Produksi-produksi ini adalah jenis biji-bijian utama di dunia saat ini.

Penyatuan Dunia Islam di bawah kepemimpinan Negara Khilafah Islamiyah akan menguasai 72,12% cadangan minyak dunia dan memproduksi hampir 50% setiap harinya dari total kebutuhan minyak di dunia. Negara Khilafah Islamiyah memiliki lebih 61% dari total cadangan gas dunia, 22,60% dari total cadangan uranium dan memiliki cadangan bijih besi yang mmelimpah.

Negara Khilafah Islamiyah juga merupakan negara terbesar kedua yang memiliki cadangan dolar, sekitar US$ 1,065 triliun, dan merupakan negara keempat ekonomi terbesar dunia dengan PDB sebesar US$ 7, 74 triliun.

Penyatuan negeri-negri Islam di bawah Negara Khilafah Islamiyah akan mengontrol lokasi-lokasi strategis utama secara geopolitik di dunia; laut, darat dan udara. Negara Khilafah Islamiyah akan menikmati monopoli aset-aset strategis ini. Hal ini akan membawa negara-negara seperti Cina, Jerman dan Jepang berada di bawah pengaruhnya secara langsung.

“Dan yang paling penting, Negara Khilafah Islamiyah akan memiliki generasi-generasi terbaik yang hidup di tengah-tengah manusia. Umat terbaik yang yang memiliki pandangan idelogi yang jelas,” papar pembicara. [] MJ

Khilafah Janji Allah dan Kebutuhan Dunia

BeritaMantap.com - HTI Press-Umat Islam tidak boleh ragu akan tegaknya kembali Khilafah, sebab Khilafah itu merupakan janji Allah yang ditegaskan dalam Alquran. Hal itu disampaikan Ketua Lajnah Khusus Ulama Mustofa Ali Murtadlo dalam orasinya pada Konferensi Rajab 1432 H di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (29/6).

Janji Allah itu tertuang pada Surat An Nur (24): 55. Ia kemudian menguraikan pendapat para ahli tafsir tentang ayat tersebut. Para ahli tafsir dari kalangan Ahlu Sunnah wal Jamaah dalam kitab-kitabnya meyakini bahwa umat Islam akan mendapat kekuasaan kembali. Wujudnya berupa imamah atau khilafah.

“Semua ini menunjukkan bahwa Khilafah Islam merupakan janji Allah yang paling agung bagi kaum Mukmin. Pasalnya, dengan tegaknya kekuasaan Islam ini (Khilafah Islam), agama Allah SWT bisa ditegakkan secara sempurna, dan keamanan kaum Muslim bisa diwujudkan secara nyata,” tandasnya.

Selain dalam Alquran, janji Allah itu pun termaktub dalam hadits. Di dalam hadis-hadis sahih, Nabi Muhammad saw. telah mengabarkan kabar gembira (bisyarah) kepada kaum Muslim tentang kekuasaan umat Islam yang mencakup seluruh muka bumi.

Salah satunya adalah sabda Nabi SAW: Sesungguhnya Allah SWT telah mengumpulkan (dan menyerahkan) bumi kepadaku sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku (HR Muslim, at-Tirmidzi dan Abu Dawud). Juga ada hadits dari Imam Ahmad yang menyatakan bahwa akan muncul kembali khilafah yang mengikuti jejak kenabian setelah masa kediktatoran.

Kebutuhan Dunia

Di samping janji Allah, paparnya, secara obyektif dan empiris, umat manusia sangat membutuhkan kehadiran kembali Khilafah Islam sebagai jawaban atas kehancuran dunia akibat penerapan sistem kapitalis-sekuler.

Alasannya, pertama, dunia kini membutuhkan sebuah sistem global yang mampu menciptakan kesejahteraan, keadilan dan persaudaraan global. Pasalnya, sistem global saat ini, yakni sistem dunia yang disangga oleh ideologi Kapitalisme-sekular, telah terbukti berdampak buruk dan destruktif bagi umat manusia dalam seluruh dimensi kehidupan.

Dari sisi politik, sistem pemerintahan demokrasi yang dianggap mampu menciptakan kesejahteraan ternyata juga justru menimbulkan problem sosial yang kompleks. Kebebasan yang dipuja-puja pun ternyata hanya menghasilkan seks bebas, dekadensi moral, penggerusan akidah, alienasi serta kehancuran keluarga.

Di bidang hukum, hukum positif buatan manusia ternyata menjadi wasilah korporasi raksasa untuk menjajah dan mengeruk kekayaan rakyat. Begitu seterusnya.

Kedua, lanjutnya, dunia saat ini membutuhkan sebuah sistem kenegaraan yang mampu menjadikan manusia hidup bersama-sama, saling mendukung, saling melengkapi dan bisa saling berbagi satu sama lain dalam sebuah negara global. Sebaliknya, nasionalisme dengan nation state-nya saat ini jelas-jelas telah gagal menciptakan pola hubungan yang manusiawi.

“Jadi dunia membutuhkan sistem global yang mampu meng-subordinasi seluruh bangsa di dunia untuk hidup bersama-sama, saling mendukung, saling berbagi satu sama lain serta saling membantu sebagai anak manusia yang hidup di dunia, tanpa ada lagi arogansi bangsa maupun teritorial. Cita-cita seperti ini hanya bisa diwujudkan melalui sistem Khilafah Islam, bukan sistem yang lain,” tandasnya disambut takbir peserta. MJ

30.000 Umat Islam Hadiri Konferensi Rajab 1432 H Sidoarjo

BeritaMantap.com - Puluhan Ribu Kaum Muslim Jatim, Madura dan Bali Hadiri Konferensi Rajab 1432 di Delta Sidoarjo

Seruan penegakan Khilafah sebagai solusi atas persoalan negeri ini bergema di bumi Jawa Timur. Sekitar 30.000 warga Jawa Timur, Madura dan Bali mendukung “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah”, Ahad, 26/06/2011.

Massa dari seluruh Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Mojokerto, Jember, Bojonegoro, Probolinggo, Madura, bahkan Bali memadati GOR Delta untuk mengikuti Konferensi Rajab 1432 H bertema, “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah” yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), demikian seperti dikutip suarasurabaya.net.

Khoiry Sulaiman Ketua DPD HTI Jawa Timur mengatakan konferensi ini digelar sebagai sarana untuk memompakan semangat dan optimisme kepada umat muslim. Bahwa penegakan syariat Islam dan Khilafah sekaligus bisa mencerdaskan dan mencerahkan umat.

Dalam konferensi yang dipandu H. Hari Mukti mantan rocker era 1980an itu menghadirkan para orator dari ulama berbagai daerah seperti Aceh, Medan dan Jember. Selain juga orator dari DPP HTI.

Menurut Khoiry Indonesia saat ini tenah dirundung masalah di berbagai bidang. Kemiskinan, kebodohan, layanan kesehatan yang tidak terjangkau, kriminalitas, ekonomi liberal dan ideologi kapitalisme termasuk di dalamnya liberalisasi dan demokrasi.

Bertepatan dengan momen bulan Rajab yang memiliki 2 peristiwa besar. Yaitu perjalanan Muhammad Rasulullah dari Masjidil Haram Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina menuju Sidroh Muntaha yang dikenal sebagai Isra’ Mi’raj. Peristiwa kedua yang juga terjadi di bulan Rajab adalah runtuhnya Khilafah Ustmani yang berpusat di Turki pada 28 Rajab 1342 H oleh tangan-tangan penjajah.

“Akibatnya, timbul malapetaka yang menimpa muslim di dunia, runtuhnya Khilafah adalah induk segala kejahatan,” ujar Khoiry.

Meski demikian, Khoiry mengingatkan kepada massa yang hadir untuk tidak meratapi momen menyedihkan tersebut. Sebaliknya, umat muslim harus bangkit mengokohkan perjuangan pendirian penegakan syariah Khilafah. Konferensi ini menjadi momen kebangkitan dunia Islam dengan tegaknya Khilafah dan menyatukan semua muslimin di seluruh dunia untuk bersama-sama menerapkan Islam secara kaffah untuk melawan penguasan jahiliyah dari seluruh dunia.

Humas HTI DPD I Jatim, KH Dr Moh Usman mengatakan konferensi ini bukan sekadar seremonial tanpa nilai yang membangkitkan umat. Akan tetapi mengingatkan dan menyafarkan umat Islam sebagai umat yang terbaik (khoiru ummah).

Konferensi ini untuk mengokohkan kembali perjuangan penegakan syariah dan khilafah. ”Jawabannya hanya satu, tegakkan khilafah,” ujarnya.

Dengan ideologi Islam, lanjutnya, semuanya akan sejahtera dan tidak akan menggantungkan kapitalis dan penjajah. ”Khilafah islam ditegakkan, tidak akan ada lagi korupsi, pornografi, pornoaksi, kemiskinan, kebodohan dan lain sebagainya,” terang dia.

Tampak hadir dalam konfrensi ini, KH Abduh, KH Zawawi, mantan rocker Harry Mukti, dan para asatidz dari DPD HTI I Jatim lainnya. (syabab.com/beritamantap.com)

Rabi Akui Kenabian Muhammad SAW dan Masa Depan Dunia Ada Pada Islam

BeritaMantap.com - Rabi Yahudi mengakui kenabian Muhammad Saw, Islam adalah agama yang hak, dan al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkannya kepada penutup para rasul.

Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan oleh radio “pembaruan Islam” di Internet melalui potongan video di situs “YouTube” dengan disertai terjemahan dari bahasa Rusia ke bahasa Arab.

Pada awal pembocaraan, rabi menegaskan bahwa Islam sejak awal kemunculannya sudah sempurna bangunannya, di mana Islam mampu bertahan dan berkembang. Islam memiliki akidah yang kuat sehingga mampu menghadapai setiap perubahan yang terjadi di dunia.

Ia berkata: “Islam lahir sudah memiliki pemimpin sejati yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), dan dalam hal ini tidak ditemukan keraguan sedikit pun. Dalam Islam jelas ada Nabi yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), kemudian ia mulai membangun sebuah masyarakat berdasarkan agamanya. Dan atas dasar ini, ia membangun sebuah masyarakat baru dengan ajaran baru. Setelah itu tampak jelas bahwa ajaran-ajaran ini yang mampu bertahan dan berkembang dalam situasi sangat sulit sekalipun. Dan inilah fakta yang terjadi sesungguhnya.”

Ia melanjutkan penjelasannya bahwa demokrasi telah memberikan efek negatif terhadap agama-agama terkecuali Islam. Ia mengatakan: “Bukan ini saja, bahkan Islam memiliki kelebihan yang luar biasa. Ingat Islam telah melahirkan berbagai kemanjuan di Timur, jauh sebelum Eropa serta revolusi sosial dan industrinya.”

Hari ini, di era kita sekarang, setelah munculnya era demokrasi dan atheisme yang tak terkendali dan tak terbatas, yang merupakan sesuatu yang busuk dalam semua tingkatannya. Demokrasi mulai menenggelamkan dunia pada saat tidak ada sesuatupun yang tersisa dari Yahudi akibat kejatuhannya di bawah topi Zionisme.

Kemudian rabi menyatakan kekagumannya terhadap shalat kaum Muslim: “Sudah tidak ada yang tersisa di dunia kecuali Islam. Sungguh, Islam tidak ada tandingannya. Islam terus tumbuh di mana para pengikut Muhammad Saw setelah itu terus terikat dengan ajaran-ajaran agama ini, yakni mereka selalu berhubungan dengan Sang Pencipta (Allah SWT). Seorang Muslim berlutut (shalat) lima kali sehari pada waktu yang telah ditentukan.”

Ia melanjutkan: “Saya tinggal dengan mereka di sana (maksudnya kaum Muslim). Lebih dari itu, saya melakukan perjalanan ke Eropa. Di bandara ada sebuah sudut yang tenang. Pada saat datang waktu untuk shalat, saya pergi ke sudut itu, lalu beberapa orang Muslim yang ada di dekatku berdiri untuk shalat. Dalam melakukan itu mereka tidak repot sama sekali. Mereka mengelar koran bekas, kemudian mereka shalat di atasnya.”

Ia menambahkan: “Ini adalah Islam. Islam, secara keseluruhan memiliki banyak arti. Manusia shalat lima kali sehari, dan sekalipun mereka shalat lima kali sehari, namun shalat itu tidak lama. Saya pernah mengamati kaum Muslim yang sedang shalat. Sehingga saya tahu apa yang wajib dilakukan di dalamnya. Shalat itu tidak lama, namun serius dan mendalam sekali. Manusia dalam lima menit ketika shalat, maka sejatinya ia sedang berkomunikasi dengan Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha kuasa.”

Rabi mengatakan hikmah keberadaan Israel yang berkangsung hingga sekarang. Ia berkata: “Ini adalah sesuatu yang sangat penting yang memiliki arti besar. Islam adalah agama masa depan. jika kita dapat mengatakan bahwa dunia saat ini tidak akan tertutup karena keberadaan negara yang disebut Israel. Namun kita sekarang sedang pada tahap menuju dunia yang agresif terhadap penutupan, sebab negara (Israel) tidak memiliki hak untuk tetap ada sejak satu setengah tahun.”

Dunia akan menutup, dan ini tidak bisa dihindari. Jika tidak selesai penghapusan terhadap negara (Zionis) ini, maka ia benar-benar akan menjadi sumber kejahatan. Jika penghapusan itu sempurna, maka saya yakin, setelah tujuh puluh tahun mayoritas penduduk bumi ini akan memeluk agama Islam, karena agama ini cukup kuat dan membimbing manusia ke arah yang benar sesuai dengan akal dan fitrah manusia.”

Akhirnya, rabi meramalkan invasi Islam ke seluruh dunia. Ia berkata: “Ya, benar ada masalah antara Syiah dan Sunni, dan ada ketidakcocokan di antara keduanya dalam beberapa masalah, namun hal ini dapat dimengerti, ini sekarang. Akan tetapi, saya percaya jika dunia telah selesai menghapus apa yang kita miliki saat ini (Israel), maka pasti masalah di antara kaum Muslim akan berakhir, dan ketika itu mayoritas penduduk bumi akan memeluk agama Islam.”

Ini jelas, saat ini terlihat dengan mata bahwa kaum Muslim mulai bertanbah dan menyebar cukup pesat di salah satu negara Eropa. Meski ada di antara negara Eropa-saya tidak menyebutkan nama negaranya-yang melarang pembangunan masjid baru, karena melihat penyebaran Islam yang pesat, dan masa depan dunia ada dalam Islam (moheet/beritamantap)

Ahad Ini, Hizbut Tahrir Gelar Konferensi di Berbagai Negeri, dari Sidoarjo Hingga Chicago

BeritaMantap.com - Seruan Khilafah sebagai solusi tuntas atas persoalan yang menimpa dunia menggema di berabagai negeri, paling tidak hari ini, Ahad (26/6). Di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia menggelar Konferensi Rajab 1432 H serentak di tujuh kota besar yakni di Makassar, Luwuk, Gorontalo, Medan, Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Pinang, dan Sidoarjo.

Sebelumnya, belasan kota besar lainnya telah menggelar konferensi serupa sejak 2 Juni lalu. Animo masyarakat untuk mengikuti perhelatan kolosal ini cukup tinggi. Salah satu contohnya saja di Bangka Belitung peserta yang ditargetkan 1500 ternyata mencapai hampir 3000 peserta.

”Padahal tiket sudah habis, tapi masyarakat yang bersedia hadir terus bertambah walau mereka tidak mendapatkan tiket. Ini merupakan sambutan luar biasa dari masyarakat dalam memperjuangkan syariah dan khilafah,” ujar Sekretaris Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Roni Ruslan kepada mediaumat.com (26/6) pagi di Kantor Pusat DPP HTI.

Antusiasme tersebut, lanjut Roni, ternyata tidak hanya dari masyarakat secara umum tapi juga para tokoh-tokoh dari Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, sampai wakil gubernur menyambut konferensi yang bertajuk Hidup sejahtera di bawah naungan khilafah itu.

Menurutnya, acara yang digelar secara bergiliran di 29 kota ini untuk memberikan pengertian terhadap penguasa negara-negara barat bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah khilafah bukan demokrasi.

“Sedangkan pada para penguasa negeri kaum Muslimin, kita menyampaikan bahwa mereka sebagai diktator dan pengkhianat umat tidak layak lagi memimpin selama mereka masih menjalankan sistem kufur dari barat itu,” jelasnya

Kegiatan ini juga bisa disaksikan melalui video streaming di situs www.hizbut-tahrir.or.id. Di-relay ke seluruh penjuru dunia menggunakan tiga bahasa yakni Arab, Inggris dan juga tentunya Indonesia.

Dari Sidoarjo hingga Chicago

Acara Konferensi tentang Khilafah juga tidak hanya di Indonesia, tetapi juga digelar di negeri jiran Malaysia. Kegiatan yang disebut Konferensi Kebangkitan Khilafah ini diselenggarakan di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor. Seperti halnya di Indonesia, konferensi tentang Khilafah tersebut disiarkan secara langsung melalui streaming ke seluruh penjuru dunia.

Pada hari yang sama, Konferensi Khilafah juga akan dilaksanakan di pusat jantungnya peradaban kapitalisme yang kini tinggal mengunggu puing-puingnya, Amerika Serikat. Konferensi yang telah dipublikasikan sejak awal Juni ini akan tetap diselenggarakan tanpa sedikitpun halangan. Sementara itu konferensi serupa juga akan digelar di negeri-negeri lainnya di hari-hari berikutnya.

Subhanallah, semua ini hanya menunjukkan, seruan penyatuan kaum Muslim di seluruh dunia di bawah naungan Khilafah ini, lebih dari penyatuan Gadjahmada yang dikenal dengan nusantara. Khilafah inilah yang akan menyatukan umat Islam, dari ujung timur hingga ujung barat dunia. Insya Allah, semakin dekat. [m/mediaumat/beritamantap]

Luar Biasa, Warga Inggris Menabung untuk Ikut Konferensi Rajab 1432H di Indonesia

BeritaMantap.com - Sidoarjo. Konferensi Rajab 1432 H yang diadakan oleh Hizbut tahrir Indonesia menjadi perhatian dunia. Bukan hanya kaum Muslimin Indonesia yang turut berpartisipasi. Namun juga kaum Muslimin dari luar negeri datang dan berpartisipasi secara langsung dalam Konferensi Rajab, di antaranya adalah Dr Mahmud Salim Achia yang sengaja datang dari London, Inggris.

DR. Mahmud Salim Achia yang secara langsung menyempatkan untuk hadir dalam konferensi Rajab, Ahad (26/6) di Sidoarjo, Jawa Timur, menyatakan informasi tentang pelaksanaan konferensi diperoleh dari facebook. “Saya pun menabung untuk dapat hadir di konferensi ini,” ujarnya.

“Subahanallah, saya melihat keinginan dan harapan saat besar, puluhan ribu kaum Muslimin yang hadir dalam konferensi ini sangat berkesan bagi saya dan saya akan menceritakan semua ini kepada saudara-saudara saya di London” lanjutnya.

Salim meyakini bahwa hanya dengan syariahlah umat manusia akan bisa hidup sejahtera. Dan syariah hanya bisa tegak dengan khilafah. “Saya menyerukan kepada saudara-saudara saya di Eropa untuk mengambil bagian dalam perjuangan penegakkan syariah dan khilafah” jelas Salim.

Selain di Sidoarjo, hari ini konferensi pun dilaksanakan di tujuh tempat lainnya, yakni Makassar, Luwuk, Gorontalo, Medan, Palangkaraya, Pontianak, dan Tanjung Pinang. Disiarkan secara langsung melalui video streaming melalu situs hizbut-tahrir.or.id[] fatih mujahid/mediaumat.com

Pemimpin Redaksi Eramuslim: Situs Islam Bersatu Tak Bisa Dikalahkan

BeritaMantap.com - Beberapa waktu lalu, Era Muslim melauncing tampilannya yang baru di Hotel Sahid Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa’ Gym, Ustadz Ihsan Tanjung, dan Ustadz Ferry Nur dari KISPA

Kepada voa Islam, Pemimpin Redaksi Era Muslim, Ustadz Mashadi, mengatakan, di tengah arus globalisiasi, situs Era Muslim diharapkan menjadi corong dan aspirasi umat Islam. Kesadaran untuk mengakses informasi seputar dunia Islam akan terus meningkat. Seiring dengan itu, Era Muslim akan konsisten memposisikan dirinya sebagai media yang berorientasi pada upaya menegakkan amar maruf nahi mungkar.

“Situs Islam harus memposisikan dirinya untuk menghadapi gerakan ghazwul fikr dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan kaum sekuler. Karenanya, situs Islam seperti Era Muslim, Voa Islam, Ar Rahmah dan situs Islam lainnya, diharapkan menjadi bacaan alternatif dengan menciptakan arus sendiri dalam pemberitaan yang berkaitan dengan nilai-nilai ke-islaman. Kalau dikelola dengan baik, Insya Allah kita akan menandingi media sekuler yang merupakan kepanjangan tangan dan corong Amerika Serikat dan sekutunya.

Mashadi berkomitmen, Era Muslim ke depan akan terus memberikan pencerahan kepada umat Islam, terutama prinsip-prinsip Islam yang harus diamalkan oleh setiap muslim. “Era Muslim memiliki kebijakan tersendiri dalam menyajikan beritanya. Terutama informasi yang berkaitan dengan dunia Islam, nilai-nilai Islam, yang memberikan arahan kepada pembaca untuk memahami Islam secara baik dan benar,” tegas Mashadi.

Pemred Era Muslim juga menyambut gembira dengan hadirnya situs-situs Islam yang ada, seperti voa-islam, Ar-Rahmah, Hidayatullah dan sebagainya. Ke depan diharapkan ada koordinasi untuk lebih menyatukan visi dan misi, dengan tetap menghargai fokus atau karakter situs Islam yang bersangkutan dalam menyakian informasi.

“Setiap media Islam, punya ciri khas atau policy pemberitaannya masing-masing. Voa Islam focus dengan Kristologi, Ar Rahmah dengan jihadnya, dan Era Muslim dengan gayanya sendiri. Terpenting, cita-cita yang sama untuk menegakkan amar maruf nahi mungkar harus tetap sejalan,” kata Mashadi.

Harus diakui, saat ini umat Islam belum memenangkan peperangan, dalam hal ini perang opini melawan media sekuler yang menjadi corong Barat. Ke depan, situs dan media Islam harus merapatkan barisan untuk menghadapi ghazwul fikr dari kalangan Yahudi, Nasrani dan Sekuler. Percayalah, situs Islam bersatu tak bisa dikalahkan. (Desastian /voa-islam)

Komentar Para Tokoh terhadap Konferensi Rajab Hidup Sejahtera di bawah naungan KHILAFAH

BeritaMantap.com - KH Prof Miftah Farid, Ulama Jawa Barat
Seorang Muslim itu mempunyai kewajiban melaksanakan syariat Islam dan menegakkan syariat islam. Itu makna yang luas dari "udkhuluu fii silmi kaffah". Mudah-mudahan konferensi ini sukses dan barakah, melahirkan semangat untuk melaksanakan penegakan ajaran Islam di bumi pertiwi ini.


KH Athian Ali M Dai, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia
Kalau ada seorang Muslim, tidak ada sedikitpun keinginan menegakkan syariat Islam harus diragukan keislamannya. Mudah¬-mudahan konferensi ini bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang belum mengerti Islam atau kepada mereka yang selama ini tidak pernah mau mengerti tentang Islam.


Prof Dr H Detri Karya, Rektor Universitas Islam Riau Pekanbaru
Momentum Konferensi Rajab 1432 H yang ditaja oleh HTI mengingatkan kembali kepada umat pentingnya Syariah dan Khilafah dalam menyftsaikan problematika umat. Semoga Konferensi rajah yang diadakan oleh HTI Riau berlangsung suskes dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Saya mendukung perjuangan yang dilakukan oleh Hizbut tahrir Indonesia dalam memperjuangkan syariah dan khilafah.


Tgk. Faisal Ali (Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh)
Agama tidak boleh dipisahkan dari Negara Islam tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan, khilafah adalah sistem kekuasaan yang dimiliki Islam. Momentum Konferensi Rajab 1432 H bisa menjadi salah satu medium untuk memperkuat kesadaran bersyariah menuju syariah Islam secara kaffah bahkan khilafah.


Prof Zainal Abidin, mantan Rektor KIN Ar-Raniry
Kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara akan bisa terjamin berada dalam syariah ketika ada khalifah sebagaimana dahulu Rasulullah telah memberi contoh kepada kita. Konferensi Rajab 1432 H adalah stimulan yang harus dilanjutkan dalam gerakan dakwah di tengah umat setiap saat.


Zardan Arabi MT, Pengusaha Aceh
Konferensi Rajab bisa menjadi jembatan menjelaskan persoalan apa itu syariah dan bagaimana syariat Islam bisa menjadikan umat kembali berjaya sebagaimana pendahulu kita.


Tgk Abdur Rani, Ketua MPU Aceh Barat
Gagasan Daulah Khilafah Islamiyah saya rasa itu patut diperjuangkan, karena yang telah berhasil memakmurkan masyarakat itu adalah sistem Khilafah.


Ust. Hazbullah Huda, Pengasuh Majelis Ta'lim Babur Rohim, Kotawaringin, Kalteng
Hanya dengan sistem Khilafah Islamiyah, bumi dan seisinya akan damai, makmur, sentosa di bawah naungan ridha dari Allah SWT


Buya H. Hasan Nasiruddin, Lc.MA, Ketua Majelis Ulama Nagari Balingka-Kab Agam
Syariah Islam merupakan sistem hidup yang sempurna dan modern. Islam sebagai 'rahmatan lil alamin' tidak akan mungkin bisa dicapai tanpa adanya syariah dan khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah. Kita bersyukur dengan ada Konferensi Rajab 1432 H. Semoga kesadaran masyarakat terhadap syariah dan khilafah semakin kuat sehingga nashrullah segera terwujud.


Buya H. Drs. Sudirman, Pengawas Pendidikan Muhammadiyah Sumbar
Ketiadaan Khilafah Islam adalah pangkal dari segala malapetaka, kerusakan dan problem yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, menegakkan kembali kehidupan Islam melalui Khilafah Islam inilah yang sesungguhnya harus menjadi masalah utama umat Islam. insyaallah dengan konferensi rajab ini, umat kembali sadar dan yakin bahwa khilafah adalah janji Allah dan solusi.


Buya Alimudin, Ketua Komisi Fatwa MUI Kab Pesisir Selatan, Sumbar
Konferensi Rajab 1432 H merupakan momentum yang baik untuk mengajak ulama dan mubaligh bersatu untuk memberikan informasi kebobrokan penguasa serta menggantinya dengan kehidupan khilafah islam. Semoga acara Konferensi Rajab berjalan baik dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.


Buya Rusydi St. Iskandar, Ketua Majelis Ulama Salingka Danau Maninjau, Sumbar
Ideologi dan sistem yang diterapkan di negeri ini nyatanya tidak mampu membebaskan negeri ini dari penjajahan dan menyejahterakan penduduknya. Karena itu, saatnyalah bangsa ini segera merujuk pada ideologi dan sistem Islam dalam mengelola negara. Itulah syariah yang diterapkan oelh sistem pemerintahan Khilafah.


Ustadz Basral Yan, M.Ag, Ketua Ikatan Muballigh Profesional Kota Padang
Sudah seharusnya umat mencampakkan sistem demokrasi dan menggantinya dengan sistem yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, yang menjamin keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kita ambil dan terapkan petunjuk hidup dan sistem khilafah yang diberikan oleh Allah Yang Mahabijaksana.


Buya Drs. Afdhal A Saad, Ketua Umum Dewan Dakwah Kab. Solok, Sumbar
Saya selaku ulama di Kab. Solok sangat mendukung sekali upaya yang dilakukan HTI saat ini, dan mudah-mudahan umat "bangun dari tidur panjangnya" Insya Allah kami dalam waktu yang tesisa akan ikut mensosialisasikan Konferensi Rajab ini kepada umat, agar mereka paham perjuangan paling utama yang seharusnya dilakukan umat saat ini. Semoga HTI diberkahi oleh Allah.


Gus Mujib, Pengasuh Pesantren Dakwah Mambaul Hikam, Suko, Kab. Lumajang, Jawa Timur
Bila syariah Islam diamalkan/ditegakkan dengan sempurna oleh khilafah maka Islam menjadi rahmat seluruh alam. Yang diuntungkan tidak hanya orang Islam tetapi juga orang kafir. Kehidupan lebih damai, aman. Syariah itu solusi. Tidak ada solusi lainnya.


KH. Muwafiq Ma'mun, Pengasuh Madin Nurul Huda, Warungdowo, Pasuruan, Jawa Timur
Kyai-kyai sejak dari dulu menginginkan penerapan Islam secara kaffah. Mari bersama¬-sama berjuang menegakkan Khilafah, semoga pertolongan Allah SWT kita dapatkan sebagaimana Rasulullah mendapatkannya.


KH. Mas Tohari, Pengasuh Ponpes Roudlotul Mutoharoh, Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur
Syariah Islam tempatnya tentu Khilafah. Sebab Khilafah untuk menyatukan umat Islam sedunia. Orang yang tidak percaya dan mengikuti Rasulullah SAW dengan membawa syariahnya namanya "orang gila".


KH. Azhari Abbas, Ketua MUI Provinsi Kepulauan Riau
Umat Islam harus merespon secara positif penerapan sistem Syariah dan Khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir, karena sistem syariah dan Khilafah-lah yang akan dapat menyelesaikan semua permasalahan di negeri tercinta yang sudah carut marut ini.


Drs. HM. Sirajuddin, Sekretaris Majelis Syuro-Komite Perjuangan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan
Kami sangat mendukung pelaksanaan Konferensi Rajab 1432 H yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Konferensi Rajab makin mengokohkan opini penegakan syariah dan khilafah.


KH. Abdul Jalil, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aman ¬Gombara Sulawesi Selatan
Sudah sepatutnya ulama tampil terdepan dalam perjuangan syariah dan khilafah, utamanya dengan ilmu yang dimilikinya dalam mendakwahkan Islam dibarengi dengan amal perbuatan.


KH. Syamsuddin Latif, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar
Momentum Rajab 1432 H menjadi sangat penting untuk mengingatkan kaum muslimin
pada peristiwa keruntuhan Khilafah 90 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 Rajab 1342 H. Pasca keruntuhan Khilafah, umat laksana anak ayam tanpa induk sehingga membawa kemerosotan sangat parah pada diri umat Islam. Bulan Rajab 1432 juga menjadi momentum untuk penyadaran besar-besaran umat bahwa hanya dengan Khilafah kaum Muslimin dapat bangkit dan membangun kembali kejayaaan peradaban dan menggapai kesejahteraan.


KH. Muslimin Lahadji, SH, Pimpinan Ponpes Darul Khair Desa Masing Kec. Batui Selatan Kab. Banggai, Sulawesi Tengah
Penerapan syariah Islam merupakan harga mati bagi umat Islam, karena tidak ada satupun sistem yang bisa menyejahterakan bangsa dan negara kecuali dengan syariah Islam. Satu kekurangan umat Islam scat ini karena tidak adanya kepemimpinan tunggal (Khilafah) yang menjadi rujukan umat Islam.


KH. Ahmad Yani Hamid, Ketua Umum MUI Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan
Saya sangat mendukung perjuangan Hizbut Tahrir, dan juga diharapkan kepada adik¬-adik Hizbut Tahrir untuk banyak menyosialisasi¬kan ke daerah-daerah agar umat tahu tentang syariah, khilafah dan Hizbut Tahrir. Dan insya Allah hanya Hizbut Tahrir satu-satunya harapan umat ke depan.


KH. Endang Ahmad Arif, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 606 Lampung dan Ketua Forum Komunikasi Ponpes/FKPP se¬Lampung Selatan
Scat ini banyak persoalan-persoalan dan kerusakan yang mendera Umat Islam, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan kezaliman. Oleh karenanya, sebagai hamba yang mengimani Allah dan rasulnya sudah semestinya kita menegakkan syariah dan khilafah yang akan membawa pada kehidupan yang penuh berkah dan sejahtera.


Dr ling Lukman M.Si, Dosen Universitas Malahayati Lampung/Alumnus Universitas Putra Malaysia
Saya sangat mendukung penegakan syariah dan khilafah, sebab kini ketika kita tidak menerapkan syariah dan khilafah maka yang terjadi adalah kerusakan. Mudah-mudahan dengan adanya Konferensi Rajab makin banyak umat yang mendukung perjuangan syariah dan khilafah.


Tuan Guru HM. Yusuf Usman, Tokoh Masyarakat dan sesepuh Bima, Nusa Tenggara Barat
Menegakkan syariah Islam adalah kewajiban bagi umat Islam yang telah mengucapkan bai'at kepada Allah SWT. Syariah islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam ini. Penerapan syariah tidak ada akan bisa berjalan kecuali dengan tegaknya khilafah islamiyah. Semoga HT tetap istiqamah dan konsisten memperjuangkan syariah Islam dan khilafah.


Ust Drs Ahmad Gunarso, MM, Ketua Dewan Dakwah Islamiah Indonesia Tulungagung, Jawa Timur
Kaum Muslimin jangan mengharap kebahagiaan dunia akhirat bila tidak kembali pada syariat Islam. Khilafahlah yang akan menjamin terlaksananya hukum syara' secara kaffah. Kita semua harus berjuang sekuat tenaga, kalau tidak mampu ya dengan harta, dan paling tidak mendoakan agar khilafah segera tegak.


KH. Qowaid, Ketua Majelis Ta'lim AI-Mu'ashiroh Kota Mojokerto
Syariah dan Khilafah adalah fardhu bagi tiap Muslim untuk menegakkannya. Hizbut Tahrir harus mampu bersinergi dengan seluruh komponen umat Islam dalam perjuangannya.


Sukri Fadholi SH, Ketua DPD I PPP DIY dan mantan Wakil Walikota Yogyakarta
Sejarah membuktikan bangsa yang kita cintai ini ketika meninggalkan prinsip Islam dalam
membangun kehidupan bangsa ini ternyata tidak bisa memberikan kemaslahatan umat. Bila bangsa Indonesia mampu menegakkan prinsip islam yang utuh dan kaffah dengan sistem khilafah tentunya Allah akan memberikan jaminan kehidupan negara ini menjadi negara yang makmur baldhatun thayibatun warabun ghafur kemudian punya kehormatan yang bermaslahat bagi umat.


Ust. Bukhori, Mudhir Ma'had Al Muslimun Magetan
Dengan runtuhnya Khilafah yang berpusat dii Turki tahun 1924, umat Islam seperti anak ayam kehilangan induk, terus dicerai-beraikan dan dimangsa penjajah. Kini saatnya umat Islam bangun dari tidurnya, bangkit dari kelalaiannya yang sudah sekian lama. Semoga Konferensi Rajah 1432 H ini menjadi titik tolak kebangkitan umat Islam, untuk mengembalikan kemuliaannya yang telah lenyap.


Ust. H. Masriyuddin Aziz, Anggota Forum Komunikasi Mubaligh (FKM) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Saya sangat mendambakan tegaknya Khilafah Islamiyah dan saga sangat mendukung
upaya Hizbut Tahrir Indonesia dalam menegakkan syariah dan khilafah karena itu (Khilafah)
merupakan mutiara yang hilang saat ini. Selain itu Khilafah juga merupakan tuntutan aqidah umat Islam dan sehingga kita tidak mengenal Islam hanya sekadar konsep belaka. Dengan tegaknya Khilafah umat Islam dapat langsung merealisasikan ajaran Islam secara totalitas.


Ust Nashrullah, MT, Dosen FakTeknik Untan, Pontianak
Kita memang harus kembali keagama dengan melaksanakan Islam secara kaffah. Sejak zaman dulu nabi itu membawa syariat, sebetulnya untuk akhir zaman ini adalah syariat Islam sebagai penyempurna syariat agama samawiyah, solusi untuk masyarakat kita bagaimana kita membumikan syariat Islam.


KH. Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Desa Tegal Pasir Kecamatan Jambe Sari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur
Saya bukan hanya sekadar setuju dengan diadakannya acara Konferensi Rajab oleh HTI tetapi juga mendukung karena di dalam acara tersebut ada beberapa faktor yang bisa dijadikan penyemangat dalam perjuangan menegakkan kembali syariat Islam dan khilafah seperti yang kita idam-idamkan.
KH Abdul Roif Huntoyungo, Ulama Pengasuh Hikmah Pagi RRI Gorontalo
Syariat Islam wajib diterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Umat harus berjuang untuk menegakkan khilafah agar syariat bisa diterapkan secara kaffah. Tantangannya berat tapi harusterus diperjuangkan.


M. Ilyas Kono, Muballigh dan Pimpinan Yayasan Format Bangsa Provinsi Gorontalo
Tiada yang lebih sesat sesesat-sesatnya kecuali orang yang mengambil hukum selain hukum Allah. Untuk mencapai kejayaan harus kembali kepada hukum Allah, kembali kepada syariah dan khilafah. Tidak ada kejayaan jika kita tidak menegakkan khilafah di muka bumi Allah.


Dr Triyogo Suhadi, Birokrat
Perjuangan HT menegakkan khilafah perlu didukung secara signifikan dan terus menjalin mitra dengan ormas-ormas Islam lainnya menuju kesatuan barisan.


Susmin Ito, Ketua UKM Penalaran dan Keilmuan Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Melalui Konferensi Rajab yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia dapat mengetuk keimanan kita semua untuk kembali berpegang teguh pada tali agama Allah SWT melalui penerapan syariat dan penegakan Khilafah Islamiyah yang telah terbukti mampu menyelesaikan seluruh problematika umat lebih dari 13 abad.
SUMBER:

Khilafah akan Kembali pada 2020

BeritaMantap.com - Sebuah penelitian yang cukup mencengangkan pada 2004 oleh National Intellegence Council (NIC) melansir kemungkinan kembalinya Khilafah Islamiyyah sebagai pemimpin dunia. Dewan intelejen AS tersebut dalam ramalannya memperhitungkan kebangkitan kekuatan Islam di samping kekuatan-kekuatan lain yang sudah eksis maupun terus menggeliat seperti AS dan Eropa atau China dan India.
“NIC meramalkan kebangkitan Khilafah Islamiyyah sangat mungkin menjadi penguasa di tahun 2020. Di samping kekuatan besar seperti AS atau China dan India,” ungkap Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat jumpa pers usai Konferensi Rajab di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (19/6).
Konferensi mengusung tema Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah dan dihadiri oleh sekitar 10.000 orang. Konferensi juga digelar secara serentak di sembilan kota.
Ismail Yusanto menegaskan konsep kekhalifahan dan syariat Islam merupakan satu-satunya cara (bukan pilihan) untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Terlebih lagi rakyat Indonesia tengah dirundung banyak masalah seperti kemiskinan dan kebodohan, pengangguran dan tingginya angka putus sekolah, kriminalitas dan maraknya pornografi dan pornoaksi serta ketidakadlan ekonomi.
“Dan itu semua terjadi sebagai akibat dari penerapan sistem ekonomi kapitalis yang mencengkeram negeri ini. Sistem ini memang telah memberikan sejumlah kemajuan, tapi itu terbatas pada aspek material dan itu pun hanya dirasakan oleh sebagian kecil rakyat Indonesia,” katanya.
Khilafah sangat mungkin menjadi sebuah adikuasa baru yang akan menggantikan sistem-sistem yang ada seperti demokrasi dan kapitalisme. “Nyatanya ramalan tersebut datangnya dari Amerika (NIC) bukan dari pihak Islam. Dan perlu saya katakan saat 2006, Presiden Bush 16 kali mengucap tentang Khilafah Islamiyyah. Jika kita sendiri tidak meyakini, buat apa Barat ketakutan?” ucapnya.
Meski meyakini suatu saat Khilafah akan bangkit, namun HTI tidak menempuh cara dan sistem yang mendominasi dunia saat ini, seperti sistem demokrasi. Demokrasi dianggap bertentangan dengan prinsip Islam di dua titik.
“Pertama, hak membuat hukum ada di tangan rakyat atau wakil rakyat sedang dalam Islam itu adalah hak Allah. Kedua, dalam demokrasi pemimpin dipilih oleh rakyat untuk melaksanakan kedaulatan rakyat. Namun dalam Islam pemimpin dipilih rakyat untuk menjalankan syariat Islam,” ucap Ismail.
Menurut Ismail, ada implikasi serius jika sebuah hukum atau perundangan adalah hasil atau kompromi yang tidak sesuai syariat Islam yang bisa berakibat tidak terwujudnya kesejahteraan umat. “Sebab itu kami antidemokrasi. Lebih baik disebut antidemokrasi daripada dicap anti-Islam. Namun saat ini banyak orang yang takut dicap antidemokrasi tapi santai saja malah bangga dicap anti-Islam,” tuturnya.
Jalur yang ditempuh HTI untuk mewujudkan kekhilafahan, kata Ismail, disebut sebagai cara a demokrasi. Seperti melalui proses sosial dan meyakinkan masyarakat (convience the people) serta melakukan linkage dengan berbagai pihak berpengaruh (influental people) sampai terjadi replacement kekuasaan.
SUMBER:

Islam Akan Mendominasi Dunia

BeritaMantap.com - 200 Ribu Orang Amerika Masuk Islam Setiap Tahunnya. Islam lambat laun akan segera mendominasi Dunia. Rasulullah Saw sejak awal kedatangan Islam telah mengabarkan hal tersebut.

Baru-baru ini beberapa media di Amerika Serikat mengabarkan meningkatnya orang Amerika yang memeluk Islam. Sebelumnya beberapa media juga telah mengabarkan orang Barat di Eropa yang masuk Islam meningkat. Surat kabar Amerika “An-Niqab” mengungkapkan bahwa Islam menyebar dengan sangat cepat di antara berbagai status sosial dan kelompok etnis masyarakat Amerika, khususnya Puerto Ricans, Dominika, Meksiko, Kuba, dan Spanyol, dimana sekitar 35% dari mereka adalah pelopor Islamic Center Hudson Utara di negara bagian New Jersey.

Sementara surat kabar Amerika “New York Times” menyebutkan: “Sebagian besar dari mereka yang masuk Islam di Amerika Serikat adalah dari komunitas Hispanik (keturunan Spanyol).

Bahkan dari hasil beberapa penelitian diperkirakan bahwa ada sekitar 200 ribu orang Hispanik yang masuk Islam di Amerika setiap tahunnya. Dan di antara mereka ini adalah Musa Franco, keturunan Kolombia yang masuk Islam ketika berusia 13 tahun.”


Surat kabar itu menambahkan: “Ada juga Miriam Celeste yang setelah masuk Islam pada tahun 2002, ia segera mulai berusaha untuk merancang pakaian dengan mengikuti trend modern, namun tetap dengan standar Islam.”

Surat kabar itu juga mengatakan bahwa seorang Muslimah bernama Rodriguez, yang setelah masuk Islam pada tahun 2009 memutuskan untuk memakai cadar (niqab), dan menjadi seorang Muslimah yang taat.

Di Amerika Serikat sekarang ini terdapat sekitar 2 juta kaum Muslim dari jumlah total penduduk Amerika, yaitu 310 juta jiwa. Perkembangan Islam tersebut akan terus tumbuh, seiring gencarnya dakwah Islam hingga suatu saat Islam benar-benar meliputi seluruh bagian muka bumi ini di bawah naungan Khilafah. Insya Allah, tidak akan lama lagi.



Gimana menurut kamu tentang "Islam Akan Mendominasi Dunia" ini? Beri Like atau Komentarnya ya kalau ini menarik dan bagikan ke teman kamu,, terima kasih...!!!

SUMBER: