BeritaMantap.com - Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..Berapa Gaji Minimal Untuk Menikah ? Ikhwan dan Akhwat Wajib Masuk
BeritaMantap.com - Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..Kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah
BeritaMantap.com - Ngomongin masalah pernikahan dan persiapan emang penuh pertimbangan.., ketika seseorang baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Saya pernah dapat buku sebagai souvenir pernikahan seorang teman, isinya lumayan menambah masukan bagi diri saya dalam hal pernikahan..
Berikut ini sedikti saya share dengan rekan-rekan agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan rekan-rekan semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya dan rekan-rekan.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26). Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2] Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4] Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5] Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6] Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7] Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]
6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.
7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214) Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim. Diantara janji tersebut ada rahasia lebih Indah…… Usia Lebih Panjang karena Menikah ! Cepat para lajang yang masih tetap sendiri, cobalah menikah! Karena berdasarkan survei terhadap usia dan status seseorang, ternyata yang menikahlah yang usianya lebih panjang. Pernikahan tampaknya baik untuk kesehatan pria sehingga pria menikah jarang yang meninggal lebih cepat daripada pria yang tidak menikah. Profesor Andrew Oswald dan Dr Jonathan Gardner dari Universitas Warwick mengamati data pada lebih dari 12.000 orang dewasa dari Survei Rumah Tangga Inggris dan Survei Pensiunan Inggris. Penelitian yang tidak mengaitkan faktor, seperti merokok dan minum, pria menikah menjadi 6,1% berkurang kemungkinannya untuk meninggal lebih dari tujuh tahun dibandingkan pria lajang. Keuntungan wanita menikah dari kematian sedikit lebih kecil risikonya hanya 2,9%. Para peneliti telah menemukan bahwa pria dan wanita menikah lebih sehat dibandingkan para lajang, dan penelitian Warwick menyatakan bahwa pasangan mungkin mengurangi stres pria dan mendorongnya menjalankan gaya hidup yang sehat. Tetapi nampaknya itu bukan satu-satunya faktor, kata mereka. Secara tepat bagaimana pernikahan bisa begitu menakjubkan masih tetap misterius. Bisa jadi hubungan personal yang demikian kuat meningkatkan kesehatan mental dan membantu seseorang untuk menangkis kesehatan fisik. Mungkin penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Menurut Oswald penemuan ini menghapus pendapat yang mengatakan bahwa orang kaya lebih lama hidup. “Lupakanlah uang”.
Sudah jelas dari data bahwa pernikahan, bukan uang, yang membuat orang hidup,” katanya dalam pernyataan. Tetapi menurut Anda bagaimana? Diantara keindahan ada yang harus dingat…….. 19 yang harus diingat
1.Ketika akan menikah Janganlah mencari isteri, tetapi carilah Ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tetapi carilah Ayah bagi anak-anak kita.
2. Ketika melamar Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orangtua/wali si gadis.
3.Ketika akad nikah Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.
4.Ketika resepsi pernikahan Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.
5.Sejak malam pertama Bersyukur dan bersabarlah Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6.Selama menempuh hidup berkeluarga Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri.
7.Ketika biduk rumah tangga oleng Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.
8.Ketika belum memiliki anak Cintailah isteri atau suami anda 100%.
9. Ketika telah memiliki anak Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10. Ketika ekonomi keluarga belum membaik Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11.Ketika ekonomi membaik Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
12.Ketika anda adalah suami Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.
13.Ketika anda adalah isteri Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.Ketika mendidik anak Jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.
15.Ketika anak bermasalah Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.
16.Ketika ada pil Jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.
17.Ketika ada wil Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
18.Ketika memilih potret keluarga Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.
19.Ketika ingin langgeng harmonis gunakanlah formula 6 k : Ketaqwaan kasih sayang kesetiaan komunikasi dialogis keterbukaan kejujuran Setelah menikah, hidup tidaklah sama seperti dulu…. Menerapkan Kebiasaan sehat dalam keluarga Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini mengisyaratkan kita sebagai orangtua untuk menularkan kebiasaan yang baik kepada anak-anak, salah satunya gaya hidup sehat. Apa saja yang bisa dilakukan ?
Demikian sedikit yang bisa saya share dengan rekan-rekan, mudah-mudah Allah memberikan berkah dan hidayahnya untuk kita semua.. amin..
Jodoh Impian-Kau Lebih dari Indah (Audisi Naskah " PERINDU SAMARA")
BeritaMantap.com - Siapa yang dapat memperkirakan, seseorang yang terlihat apa adanya, bahkan bisa dikatakan pas-pasan, terlebih latar belakang keluarganya pun merupakan keluarga yang apa adanya. Namun, karena memiliki sebuah komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh pada akhirnya berani untuk membuat sebuah keputusan yang luar biasa? Di tengah ketertatihannya, dalam sebuah proses belajar, dia azamkan sebuah niat yang tidak banyak orang mempersiapkannya.Inilah dia, Muhammad Hafizaki. Seorang anak perantauan dari Kota Baru, yang menginginkan dapat meneruskan pendidikan di atas rata-rata anak desa pada umumnya. Maka, setelah menempuh proses yang panjang akhirnya dia pun dapat meneruskan pendidikannya di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Banjarmasin. Hingga, berselang empat tahun lamanya, melalui pembelajaran demi pembelajaran, beberapa mata kuliah dapat dia lewati dengan prestasi-prestasi yang cukup cemerlang, bahkan dia pun aktif di sebuah unit kerohanian kampus, namun tidak mengganggu prestasi akademiknya. Maka, akhirnya dia pun dapat menyelesaikan kuliahnya, dan diterima bekerja di sebuah perusahaan ternama di Banjarmasin.
Itulah gambaran singkatnya sebelum membuka lembaran demi lembaran perjalanannya dalam mendapatkan sesosok pendamping hidup yang begitu dimimpikannya dapat menjadi bidadari yang begitu sempurna dalam hidupnya –kendatipun tiada yang sempurna di dunia ini-.
***
Seperti yang telah tertulis dalam proposal hidupnya, bahwa dia telah menuliskan untuk menyempurnakan separuh agamanya di usia 23 tahun. Sesuatu yang mungkin tidak masuk akal bagi sebagian orang yang menjalani hidupnya mengalir mengikuti air. Namun, tidak bagi dia. Maka, dengan segenap keberanian dan keyakinan bahwa Allah pasti akan mempermudah segala sesuatu yang berharap hanya pada Ridho-Nya, dia mantapkan hatinya ditemani ibadah istikharah yang dia lakukan setiap malamnya.
Akhirnya dia nyatakan pinangannya kepada seorang wanita bernama Sri Ratna Dewi, teman satu organisasi di kampus yang juga aktif di unit kerohanian putri, yang tiga bulan lamanya telah menantikannya. Tentu saja prosesnya tidaklah mulus seperti yang diharapkan. Terlebih di tengah segala tuntutan bahwa tolak ukur segala sesuatunya adalah uang. Namun, tidak sedikit pun menyurutkan niat dan komitmennya untuk dapat melewati itu bersama, dengan segala risiko yang akan dihadapi bersama.
Tahapan demi tahapan dalam proses itu pun dilalui. Persiapan visi dan misi pun dibuat. Karena rancang bangun yang akan dibuat mereka kali ini adalah sebuah bahtera rumah tangga yang tidak main-main. Masa depan keduanya, ditentukan dari kesungguh-sungguhan keduanya dalam memegang visi dan misi tersebut.
***
Sedikit mundur ke belakang. Bertepatan saat pertama kali dia bertemu dengan wanita yang secara tidak sengaja telah mencuri hatinya. Namun, karena keimanan dan keterjagaan dia maupun si wanita tersebut, akhirnya perasaan tersebut pun mampu untuk disimpan di dasar hati yang paling dalam. Hingga suatu ketika, saat dirinya benar-benar memiliki kemantapan secara batin -kendatipun belum secara lahir, karena masa itu dia baru akan mengakhiri kuliahnya-, diberanikan dirinya untuk menanyakan perihal perasaannya tersebut kepada sang wanita.
Bukan tidak percaya dengan jodoh. Tetapi, karena dia telah begitu yakin dengan si wanita, dan ketika ditanyakan melalui dinding hijab yang menjadi saksi, ternyata si wanita pun memiliki perasaan yang sama. Maka, dia pun meminta kesanggupan pada wanita tersebut untuk menunggu dirinya, maksimal dalam waktu tiga bulan. Kemudian, dia akan kembali untuk menjemputnya dalam sebuah ikatan yang tentunya akan menjadikan mereka halal di hadapan-Nya.
Dengan penuh pertimbangan dan melalui ibadah istikharah yang dilakukan sang wanita tersebut, akhirnya wanita tersebut pun menerima permintaannya untuk menunggu.
Betapapun begitu luar biasanya perjuangan keduanya dalam meyakinkan orang tua mereka masing-masing. Hingga, hampir-hampir apa yang mereka rencanakan bubar di tengah jalan penantian. Karena konsep rezeki yang masih sulit untuk diterima oleh orang tua si wanita tersebut.
Ujian yang mereka hadapi pun tidak selesai hingga di situ saja. Karena ujian demi ujian yang lain menyusul dan mengiringi perjuangan keduanya dalam mempertahankan apa yang telah menjadi komitmen bersama. Sejatinya bukanlah sebuah perjuangan apabila sesuatu itu berjalan tanpa adanya tantangan dan ujian.
Dan Allah pun menepati janji-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur ayat 26, bahwasanya “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.
***
Berkat pertolongan-Nya, akhirnya niat-niat suci keduanya ini pun terlaksana. Masa penantian tiga bulan yang dipenuhi Mahabbah kepada-Nya pun tiada terasa terlalui begitu cepat. Dia pun akhirnya benar-benar menepati janjinya, dengan kesiapan lahir dan batin yang dia bawa kepada sang wanita.
Betapapun lama, tetapi hati mereka tetap senantiasa terjaga agar tidak mendzolimi atas apa yang telah menjadi Syariat-Nya. Hingga satu detik sebelum ijab qabul pun, tiada satu pun di antara keduanya yang mengakui secara lisan ataupun terbetik di hati mereka bahwa “dia adalah milikku”. Karena masing-masing mereka belumlah halal untuk masing-masing yang lainnya. Dan tiada yang dapat memastikan, dalam satu detik itupun peristiwa apakah yang akan terjadi, di luar kehendak keduanya. Subhanallah, begitu terjaga sekali niat-niat suci keduanya.
Hingga prosesi pun berjalan lancar sebagaimana mestinya. Dengan konsep pernikahan yang islami, di mana terdapat pemisahan antara tamu laki-laki dengan tamu perempuan, seperti yang direncakan keduanya, dan tentunya seperti yang Syariat perintahkan.
***
Maka, di sini ada sebuah kaidah kausalitas sebab-akibat, di mana saat kita berusaha menjadi sosok yang terbaik sesuai dengan yang diperintahkan-Nya, maka Insya Allah, Allah pun sedang mempersiapkan yang terbaik pula untuk kita. Begitupun sebaliknya.
***
Nama saya, Indriani. Nama FB saya Fathimah Al-Fakhirah AzZahra. Saya saat ini sedang konsentrasi untuk menyelesaikan amanah studi saya yang terakhir, yaitu Skripsi. Berbarengan dengan melejitkan secara individu atas potensi menulis yang secara tidak saya sadari ternyata adalah sebuah hobby yang sangat saya sukai. Maka, tanpa mengurangi niat dan usaha untuk belajar dan terus belajar, saya coba tuliskan apa yang saya bisa berikan untuk sebuah kontribusi. Dan seperti yang pernah saya dengar, bahwasanya, orang-orang yang bisa dalam menulis atau apapun itu dikarenakan adanya sebuah keterbiasaan. Maka dari itu saya pun berkomitmen pada diri saya, untuk membiasakan menulis mulai dari saya sadar, bahwa menulis itu ternyata menyenangkan.
| SUMBER: |
Pacaran Berkedok Ta’aruf Makin Marak di Dunia Maya
BeritaMantap.com - BELAKANGAN ini ta’aruf mengalami penyempitan makna. Bahkan dalam praktiknya, banyak yang mengidentikkan ta’aruf dengan pacaran. Salah satu penyebabnya adalah maraknya ta’aruf yang dilakukan oleh para ikhwan maupun akhwat di dunia maya. Padahal, sejatinya yang mereka lakukan itu adalah pacaran berkedok ta’aruf, karena dalam aksinya, tiada lagi hijab dalam interaksi bagi akhwat dan ikhwan bukan mahram, seakan bebas landas, curhat di jejaring sosial facebook, hujat-hujatan. Itulah pacaran terselubung dengan membawa topeng ta’aruf. Ikhwan-ikhwan yang menggunakan profil islami tak pernah kehabisan ide dalam melegalkan pacaran. Jika orang-orang yang tidak membawa agama berani terang-terangan mengatakan pacaran, tapi tidak dengan pemuda pemudi yang berciri khas agama, mereka berpacaran dengan embel-embel ta’aruf.
Entah apa yang ada di benak mereka, apakah ta’aruf dipahami sesuai syariat atau sengaja menyelewengkan dari makna yang sebenarnya, banyak ikhwan dengan mudahnya mengatakan ingin ta’aruf dengan akhwat yang diincarnya melalui dunia maya tanpa perantara pihak ketiga.
Komentar-komentar di jejaring sosial sudah sulit lagi dipilah, mana yang untuk umum mana yang harusnya dijadikan rahasia dirinya dengan Allah, facebook menjadi keranjang sampah juga menjadi diary bagi sebagian orang. Akhwat dan ikhwan berpacaran pun sudah mulai berani membuat status in relationship dengan pasangan yang disebutnya sedang ta’aruf.
Tak sedikit juga ikhwan genit dan akhwat ganjen saling memberi perhatian di tempat umum. “Sudah shalatkah ukhti? Jangan telat makan ya..” tulis sang ikhwan. Sang akhwat pun tak mau kalah, membalasnya dengan kata-kata senada, “Syukron ya akhi atas perhatiannya, semangat belajar ya.”
Ada pula komentar yang lebih liar, “Eh iya ukhti kelihatan anggun dengan jilbab itu, hehehehe.” Maka si akhwat balik menjawab, “Ah, akhi nih bisa aja, ntar ana GR nih, heeeeee…” Masya Allah, itukah yang disebut ta’aruf?
Dulu penulis banyak menemukan pencerahan di dunia maya dengan banyak berteman, namun jadi ilfil (ilang feeling) setelah mengetahui sepak terjang beberapa ikhwan akhwat, teriaknya agama, tapi murah terhadap lawan jenis, menebar simpati dan basa-basi.
Mereka memakai kedok ta’aruf untuk melegalkan pacaran. Belum ada ikatan apapun sudah berani memanggil “umi-abi” atau “abang-adik.” Tak sedikit pula ditemui akhwat berjilbab lebar yang masih membudidayakan pacaran. Tanpa malu-malu lagi. Apakah semua itu dilakukan karena ketidaktahuan akhwat tentang bagaimana Islam mengatur pergaulan dengan lawan jenis? Wallahu a’lam. Yang pasti ada juga yang biasa berkomentar pacaran haram, tapi dirinya masih juga berpacaran, namun memakai kedok ta’aruf. Padahal praktiknya sami mawon.
Hendaknya benar-benar lurus memahami kata ta’aruf seperti yang diajarkan oleh Nabi kita, jangan sampai menjadikan ta’aruf untuk menghancurkan keagungan Islam. Telah jelas dalam Islam, bagaimana hendaknya kita menjaga diri kita agar tidak terjatuh pada perkara-perkara yang membuat Allah murka. Jangan memakai istilah ta’aruf jika hanya sebatas ingin menjadi uji coba bermain hati.
Hati akhwat biasanya lembut dan mudah tersentuh, korban yang pertama akan merasakan terluka oleh ta’aruf coba-coba tadi tentunya para akhwat. Begitu juga para akhwat, jangan mudah terpedaya pada ikhwan dunia maya yang belum diketahui secara jelas identitasnya. Apa yang ditampilkan dalam dunia maya, profil, kata-kata, tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menilai karakter yang sesungguhnya, juga tidak dapat cukup untuk menggambarkan pribadinya secara utuh, tetap waspada.
| SUMBER: |
Renungan Buat Ikhwan-Akhwat yang Berta’aruf di Dunia Maya
BeritaMantap.com - “Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.
Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.
Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.
Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.
Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.
Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati. Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya, berikut ini petikan obrolannya:
“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.
“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.
“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.
Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit, maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab.
“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”
Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”
….Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya….
Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.
Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.
Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya……a’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah ajarkan.
Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!
Muslimah itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.
….Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?….
Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan? Jagalah izzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.
Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.
Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.
Wahai Ikhwan,
Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.
….luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis….
Wahai ikhwan, luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis.
Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!
Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan meredahkanmu. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.
Duhai akhwat, terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?
Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya, waspadalah, karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.
….berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram….
Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.
Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah.
| SUMBER: |
Akhirnya.. Pinangan itu datang dari Sang Pangeran yang Sholeh
BeritaMantap.com - Hmmm...Aku tak tahu, apakah pengalamanku ini adalah sesuatu yang wajar ataukah melampaui batas kewajaran. Bayangkan saja, dalam waktu kurang dari dua bulan, telah ada lebih dari 10 orang ikhwan yang hendak meminangku. Dan mereka semua adalah ikhwan-ikhwan yang sholeh. Awalnya aku sangat bangga bisa disukai dan dikehendaki banyak ikhwan,t api rupanya, setelah kuberfikir panjang, ini merupakan ujian berat untukku.Rupanya...Disukai banyak pria pun tak begitu nyaman. Rasa takut, cemas, was-was, bingung, bimbang, sedih, khawatir, kasihan bercampur aduk menjadi satu.Sangat tak nyaman...Handphone, email & inbox di fb marak di kirimi pesan yang berisikan ungkapan hati dari seorang pria kepada wanita yang disukainya.
Jujur...Ini membuatku sangat takut...Takut realita ini melalaikanku dari mengingat-Nya...
Entah apa yang istimewa dari diriku, karena aku sendiri pun merasa tak ada yang bisa kubanggakan dari diriku. Wajahku tak cantik, parasku tak menawan. Aku pun bukanlah wanita yang cerdas. Pokoknya sangat tak layak disukai, apalagi banyak pria. Entah apa yang membuat mereka tertarik....
Tapi aku tak mau menyibukkan otakku untuk memikirkan semua itu. Yang kini ingin kufikirkan adalah bagaimana agar aku bisa menghindari semua ini.
Lama kumerenung...Kumencoba untuk mulai mengamati lagi biodata-biodata semua ikhwan itu...
Sangat bingung untuk memilih. Awalnya aku belum punya niatan untuk menikah, karena disamping usiaku yang masih muda, aku masih ingin menyelesaikan study ku. Tapi lama kuberfikir, mungkin menikah adalah solusi untuk menghindari banyaknya ikhwan yang akan patah hati...
Setiap malam ku bermunajat kepada Sang Pemciptaku...Memohon diberikan jalan keluar terbaik untuk mengatasi kegalauan hatiku.Hingga akhirnya kumantapkan diriku untuk siap mengambil keputusan untuk menikah,mengarungi bahtera rumah tangga di usiaku yang masih muda.
Aku mencoba untuk memilih satu di antara ikhwan-ikhwan itu, dan Alhamdulillah...Atas izin Allah...Aku telah memilih satu ikhwan yang insyaAllah bersamanyalah hendak kuarungi samudra kehidupan ini...
Proses ta'aruf pun kami lalui...Semakin aku mengenalnya dengan proses ini, semakin aku yakin dan memantapkan diri untuk memilihnya...
Tak banyak perkataan yang dia ucapkan kepadaku, selain motivasi...motivasi...dan motivasi...
Dia lah sosok pria yang amat sangat pemalu, pendiam namun tegas. Dewasa dalam berfikir dan teliti dalam setiap keputusannya.
Hingga aku memberinya gelar "Generasi Utsman bin Affan"...Shahabat Rosulullah, sosok pria tangguh,pemalu,tampan dan dermawan.
Kurang dari tiga bulan masa perkenalan kami,pria gagah itu kini telah meminangku...
Menutup pintu untuk ikhwan-ikhwan lain meminangku...
Meminangku untuk mengajakku hidup di jalan-Nya...
"Kubersimpuh di hadapan-Mu yaa Robbii...seraya mengucap syukur atas nikkmat ini...Kau anugerahkan aku kasih yang mengajakku untuk dekat kepada-Mu...Memiliki cinta yang membuatku makin mencintai-Mu...Bukan ketampanannya yang kuinginkan,tapi kesholehannya...Bukan hartanya yang kuharapkan,tapi kesholehannya...Bukan kedudukannya yang kudambakan,tapi kesholehannya...Karena kesholehannya yang akan membuatnya tampan di mataku...Kesholehannya yyang akan membuatnya kaya dalam hidupku...Dan karena kesholehannya yg mambuatnya mulia bagiku...Subhanallah..."
Kini...Wanita yang bimbang ini telah riang, telah memilih satu pangeran, untuk menemaninya dalam menjalani hari. Hari bahagia pun telah dinanti dengan penuh kebahagiaan. Hari di mana kami bisa berbagi cerita dan cinta, hari di mana Allah memberikan kehalalan atas kami,hari di mana kami akan mengawali perjalanan panjang kehidupan yang akan memberi kami pelajaran mendewasakan diri...
Kini...Biarlah Allah yang akan menentukan yang terbaik untuk kami...Cukuplah Allah yang menjadi tempat kami bersandar dan meminta pertolongan,agar ini menjadi yang terbaik untuk kami...
Rumah tangga yang kami ingin bangun adalah RT yang sederhana, penuh cinta,h haus ilmu,dan RT yang siap berjuang di jalan Allah...
Inilah kebahagiaan yang kini kurasa...kebahagiaan yang sangat sulit diukir...Cukup hanya dirasakan dengan ucap syukur selamanya...
Alhamdulillaah...
Sahabat...Perjuangan kita penuh onak dan duri,maka marilah kita bahu membahu untuk menapaki jalan yang penuh onak dan duri ini...Kuatkan aku di kala aku lemah...Beri aku semangat disaat aku rapuh...Hiburlah aku di kala aku sedih...Ingatkan aku di kala aku bahagia...Cukupkan kebahagiaan kita dengan menjadi hamba yang ta'at kepada-Nya...
Jadilah pengeranku...Yang selalu ada untukku...Yang selalu mencintaiku karena-Nya...Menjadi penerang dalam setiap langkahku...
Moga Allah meridhoi kita dan memudahkan segala perjalanan kita hingga hari bahagia itu datang dan kebahagiaan pun menyelimuti kita...Aamiin...
Dan...Semoga ikhwahfillah yang dimuliakan Allah mendapat pasangan yang terbaik, yang siap diajak hidup berjuang di jalan-Nya...Aamiin
Bersabarlah...Semuanya akan indah pada waktunya...
| SUMBER: |
