Hi, Friends ! welcome to www.BeritaMantap.com. | About Us | Contact | Register | Sign In
Berita Islam Dakwah Kebesaran Allah Motivasi Cinta Pernikahan Remaja Keluarga
Berita Islam Berita Nasional Berita Dunia Berita Banua
Bisnis Syariah Bisnis Online Wirausaha Agribisnis Dollar Halal
Makanan Minuman Kue
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh
Anime Lucu Nasyid Bola Movies Aneh

Gempita Konferensi Rajab di Delapan Kota: Khilafah Khilafah Khilafah

BeritaMantap.com - Khilafah, khilafah, khilafah! Seruan tersebut kembali menggema di 8 kota besar di tanah air. Setelah dua pekan berturut-turut Indonesia digemakan dengan gelora syariah dan khilafah di beberapa kota besar seperti Banjarmasin, Kendari, Palu, Jayapura, Ternate, Samarinda, Batam, Pelembang, Lampung, Palangkaraya, dan Ketapang.

Dan hari ini, Ahad 19 Juni 2011, Hizbut Tahrir Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Rajab 1432 H di 8 kota lainnya Yogyakarta, Pekanbaru, Padang, Banda Aceh, Lubuklinggau, Bengkulu, Jambi, dan Pangkalpinang. Sedangkan Mataram yang tadinya diagendakan menggelar acara serupa hari ini, diundur ke 29 Juni.

Tema nasional yang diusung Hidup sejahtera di bawah naungan khilafah, menjadi pembahasan yang hangat setelah dua pekan ini telah sukses diselenggarakan dan opini syariah dan khilafah pun kembali dielu-elukan.

“Sekularisme ajaran sesat menyesatkan, tujuannya untuk memisahkan agama dengan kehidupan dunia sehingga harus ditinggalkan” ujar Ketua DPD I HTI Riau, saat membuka konferensi di Pekanbaru. Ia juga menyampaikan bahwa tanpa khilafah, maka tidak ada persatuan hakiki. Sedangkan nasionalisme hanya memecah belah umat.

“Kita jangan sampai jadi setan bisu yang tidak dapat dengan lantang mengatakan kepada penguasa yang zalim dan fasik bahwa menegakkan syariah dalam bingkai khilafah itu wajib hukumnya!” tegas Ketua DPP HTI Muhammad Rahmat Kurnia saat menyampaikan Seruan Hangat Hizbut Tahrir kepada Kaum Muslim Riau.

Sedangkan di Yogyakarta, sekitar 10.000 kyai, ustadz, mubalighah, kaum intelektual, pengusaha yang datang dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta memadati Jogja Expo Centre (JEC) untuk mengikuti konferensi.

Mereka pun menggelorakan seruan wajibnya menegakkan syariah dan khilafah. Istimewanya konferensi di DIY ini menghadirkan ulama ternama dari Jepang yakni Prof Hasan Ko Nakata. Dalam orasinya yang disampaikan dalam bahasa Arab, ia memberikan semangat kepada warga DIY untuk terus berdakwah menyadarkan kaum Muslim agar terikat dengan hukum Islam dan berjuang bersama Hizbut Tahrir menegakkan khilafah.

“Dari Yogyakarta, terus merambat ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia!” pekiknya. Dalam kesempatan itu, hadir pula Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto membacakan Seruan Hangat dari Hizbut Tahrir untuk Kaum Muslim DIY dan Jawa Tengah.

Di ujung barat Indonesia, Banda Aceh, seruan khilafah pun digelorakan. Di kota Serambi Mekah ini, sekitar 2000 Kaum Muslimin dari berbagai wilayah di Aceh berkumpul di Aula Dayan Daod. Konferensi Rajab di Aceh berlangsung dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta yang tidak henti-hentinya menyerukan kata-kata tegakkan khilafah. Tidak kalah menariknya juga konferensi di Jambi. Sekitar 350 Kaum Muslimin memenuhi Auditorium RRI Tenalai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Sedangkan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Rais Am Nahdlatul Ulama (NU) Bangka Tengah KH Syairan Rois menyatakan bahwa NU Bangka Tengah mendukung seluruh perjuangan Hizbut Tahrir.

“Kami mendukung seluruh perjuangan Hizbut Tahrir, dan kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk kembali menegakkan khilafah!” ajaknya, kemudian disambut takbir hadirin.

Wakil Gubernur Bangka Belitung Syamsuddin Basari juga menyempatkan hadir dan menyatakan dukungannya. Ia mengatakan secara pribadi mendukung perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan khilafah. Karena Indonesia sekarang benar-benar dalam keadaan terpuruk oleh sistem yang rusak.

Ia pun menyatrakan perlu kesatuan umat. Dari ulama dan umara termasuk seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bersatu menegakkan khilafah. Apa yang diperjuangkan Hizbut Tahrir ini tidak melenceng dari agama dan patut diperjuangkan. Dan Hizbut Tahrir pun tidak pernah melakukan tindakan kekerasan dan inilah yang benar. Seharusnya pemerintah mendukung perjuangan Hizbut Tahrir,” akunya dengan lantang sehingga takbir pun kembali menggema.

Rangkain Kegiatan Konferensi Rajab 1432 H, diagendakan akan terus bergulir di 29 kota besar sejak 2 Juni lalu dengan acara puncak pada 29 Juni di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.[]

SUMBER:

Artikel Terkait: